Sunday, 22 September 2019

Gugatan Praperadilan E-TLE Ditolak, Ini Tanggapan Polda Metro Jaya

Selasa, 20 Agustus 2019 — 21:39 WIB
Gedung Polda Metro Jaya.(dok)

Gedung Polda Metro Jaya.(dok)

JAKARTA – Seluruh gugatan Denny Adrian Kusdayat terhadap e-TLE (elektronic traffic law enforcement) ditolak oleh Hakim tunggal, Sudjarwanto, dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (20/8/2019).

Alasannya, surat tilang yang diberikan pihak Polda Metro Jaya masih bersifat pemberitahuan dan belum masuk kepada pemberian sanksi kepada Denny.

Sehingga Hakim menilai, gugatan praperadilan yang diajukan oleh Denny tidak masuk objek praperadilan sebagaimana diatur dalam Pasal 77 KUHAP dan putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Menanggapi penolakan gugatan tersebut, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusuf mengatakan bahwa ada perbedaan persepsi mengenai surat konfirmasi tersebut. Sehingga, Denny berpikir kalau surat yang dilayangkan pihaknya merupakan surat tilang, padahal itu hanya surat konfirmasi.

“Ada salah persepsi di sini, surat yang kami kirim ke alamat terduga pelanggar e-ETLE itu hanya bersifat konfirmasi perihal kepemilikan kendaraan dan pengakuan (melanggar) jadi bukan surat tilang. Untuk itu jangan alergi atau enggan mengisi data konfirmasi tersebut itu sudah SOP e-TLE,” ujar Yusuf kepada wartawan di Jakarta, Selasa (20/8/2019).

Menurutnya, gugurnya gugatan dari Denny merupakan salah satu pembuktian kalau e-TLE memang miliki payung hukum alias sah.  “Artinya sistem e-TLE valid atau sah,” tegasnya.

Sementara itu ditanyai terpisah, Koordinator Pelaksana e-TLE Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Arif Fazlurrahman mengingatkan agar masyarakat segera merespon ketika menerima surat konfirmasi dari e-TLE.

“Jangan alergi jika menerima surat konfirmasi dari kami, itu bukannya menjudge atau menghakimi tapi sifatnya hanya menanyakan data si pemilik kendaraan serta hal-hal terkait pelanggaran lalu lintas baik jam maupun tempatnya. Sekali lagi saya tegaskan itu bukan surat tilang ya,” tegas Arif.

Sebelumnya, Denny menggugat pihak Polda Metro Jaya lantaran terkena tilang elektronik di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya dekat JPO Kemenpan RB, Jakarta Selatan pada 17 Juli 2019.

Ia pun tak terima. Alasannya, yang mengendarai mobil tersebut ialah sepupunya yang bernama Mahfudi. Namun surat tilang tersebut dialamatkan kepada dirinya dan dikirimkan ke alamat rumah sesuai pemilik Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Gugatan Denny pun didaftarkan ke PN Jaksel pada 22 Juli 2019 silam dengan nomor register 89/Pid.Pra/2019/PN-Jkt.Sel. (Firda/win)