Friday, 20 September 2019

258 Napi Sorong Kabur, Menkum HAM Klaim Sebagian Sudah Ditangkap Kembali

Rabu, 21 Agustus 2019 — 19:57 WIB
*Illustrasi

*Illustrasi

 JAKARTA  – Dari 258 narapidana  yang melarikan diri saat kerusuhan terjadi di Lapas Sorong, sebagian sudah ada yang ditangkap kembali. Menkum HAM Yasonna H Laoly mengklaim, pihaknya telah menangkap kembali sebagian narapidana yang kabur akibat adanya kerusuhan tersebut.

“Betul  lebih dari 258 orang lari, kantor terbakar tapi sel-sel blok sel aman, tap sebagian sudah kami tangkap kembali setelah koordinasi dengan Polda dan Pangdam di Sorong,” ujar Yasonna.

Kerusuhan di Lapas Sorong terjadi bersamaan dengan kerusuhan yang terjadi di Papua Barat hingga menjalar ke Sorong saat massa memprotes tindakan rasis terhadap mahasiswa Papua di Jawa Timur.

Para napi di lapas, cerita Yasonna terprovokasi oleh kerusuhan di luar sehingga mereka bertindak anarkistis dan menjebol ruang tahanan serta kabur.

Saat ini, Kementerian Hukum dan HAM terus bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat untuk menangani masalah tersebut.

Kesulitan Kirim Makanan

Yasonna menceritakan saat ini bahan-bahan makanan sulit diantarkan ke dalam karena banyak toko-toko yang masih tutup. Pasar-pasar masih tutup di Sorong.

Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Ade Kusmanto menambahkan telah terjadi pembakaran dan penjebolan tembok lapas sehingga terjadi pelarian.

Dari 547 narapidana,  tinggal di dalam lapas sebanyak 289 narapidana, dan yang kabur 258 narapidana. “Rangkaian kejadian situasi keamanan di Papua Barat beimbas pada Lapas Sorong,” kata Ade.

Massa kata Ade, melempari gedung lapas sehingga memprovokasi penghuni lapas, memicu emosi para narapidana sehigga terjadinya kerusuhan di Lapas Sorong yang berujung pada perlawanan terhadap petugas, pembakaran lapas dan sebagian narapidana melarikan diri. (dwi/win)