Sunday, 22 September 2019

Irene Mus Mulyadi, Rekaman Sambil Menangis

Kamis, 22 Agustus 2019 — 6:06 WIB
Irene Mus Mulyadi. (ist)

Irene Mus Mulyadi. (ist)

MUS MULYADI telah tiada. Jejaknya tetap mengesankan bagi pecinta musik pop dan keroncong Tanah Air, selain penggemar langgam Jawa.  Tapi adakah pewaris bakat istimewanya ? Ternyata ada. Dialah Irene Patricia Melati,  sang putri hasil pernikahannya dengan artis Helen Sparingga di tahun 1975.

Mengikuti jejak sang Ayah, Irene pun menyanyikan lagu keroncong. Dia juga menyanyikan lagu “Dinda Bestari” bersahut-sahutan dengan suara papanya yang legendaris itu. Sebagaimana Natt King Cole dan putrinya, Natalie Cole dalam lagu “Unforgetable” (1991).

Selain membawakan “Dinda Bestari”,  lagu lain warisan dari Mus Mulyadi yang dinyanyikan Irene adalah “Rangkaian Melati” yang sangat khas Mus Mulyadi almarhum.

Kemampuan Irene, 42,  menyanyi keroncong ini ditemukan oleh Leonard “Nyo” Kristianto, produser yang juga pewaris dari JK Records. Dulu mamanya, Helen Sparingga rekaman bersama Judi Kristianto, pendiri JK Record. Dan kini putrinya, Irene pun menyanyi dengan penerus JK,  Nyo Kristianto,   penerusnya. Sama sama pewaris dan penerus.

“Terima kasih pada Pak Nyo bisa dikasih kesempatan rekaman lagu keroncong, apalagi bisa duet dengan papa saya. Saya juga nggak nyangka bisa duet dengan papa dalam satu musik yang baru, walaupun papa sudah meninggal. Dan ini buat saya ‘speechless’ – (tak bisa berkata kata),” terang Irene yang saat ‘take vocal’ sempat berurai air mata mengenangkan sang papa.

Persiapan dilakukan dengan cepat, terutama untuk urusan musiknya. Nyo Kristianto tak ingin membuat lagu keroncong biasa, ia ingin menghadirkan sesuatu yang baru di sana.” Irene ternyata dapat menyesuaikan diri dengan cepat, proses rekaman berlangsung dengan sangat baik,” ujar sang produser Nyo Kristianto.

“Irene kalau di duetkan dengan Om Mus oke, nih,” kata Nyo ketika itu. Di luar dugaan, baik Helen maupun Irene menyambut positif idenya itu. “Emang bisa?” ucap Nyo menirukan reaksi Irene ketika itu.

Nyo langsung menghubungi label GNP untuk izin meminjam ‘track’ rekaman suara Mus Mulyadi. ”Saya bikin musik baru, keroncong, suara Mus Mulyadi sudah ada dan saya tempel suara Irene pada lagu ‘Dinda Bestari’ bersama Mus Mulyadi. Tapi rasanya tanggung kalau cuma satu lagu. Karena saya suka lagu ‘Rangkaian Melati’, maka saya bikin lagu itu dalam kemasan berbeda, keroncong itu pilihan saya. Tapi saya maunya semua asli bukan keroncong MIDI. Jadilah saya memakai original player untuk lagu keroncong ‘Rangkaian Melati’,” kata Nyo.

500 RIBU KASET

Bagaimana dengan sang mama, Helen Sparingga? Penyanyi andalan JK Records di era 1980-an itu pun ditampilkan kembali.  JK Records merilis album baru Helen Sparingga, ‘Jangan Beri Aku Rindu’. Album yang diluncurkan 27 tahun setelah album terakhirnya ini disiarkan di seluruh kanal digital.

Secara khusus album ini disiapkan untuk pecinta lagu ‘Jeka” dan juga generasi yang lebih muda. Ini terlihat dari aransemen lagu di album ini yang memadukan nuansa musik khas ‘Jeka” dengan sentuhan musik kekinian.

Helen Sparingga, 65,  pernah menjadi salah satu bintang andalan JK Records, dimana pada debutnya, merilis album ‘Birunya Cintaku’ (1985), berhasil menjual 500 ribu kaset.  Diikuti dengan album kedua ‘Semerah Duka Dihati’ (1986)  ‘Antara Hitam dan Putih’ (1987), dan album-album berikutnya hingga ‘Romo Ono Maling’ pada Agustus 1992.

Sejak album terakhir, Helen memilih mundur dari dunia rekaman, menyibukkan diri dengan kegiatan keluarga. Ketika diabetes membuat Mus Mulyadi kehilangan penglihatannya, Helen mendedikasikan waktunya untuk mengurus sang suami. Pada  14 April 2019 lalu, di RS Pondok Indah, Mus Mulyadi berpulang. – (dimas)

Terbaru

Muazin Ahmad Bin Saad, meninggal usai azan Isya di Masjid Annur Felda Teloi Timur, Malaysia.(facebook)
Minggu, 22/09/2019 — 10:06 WIB
Muazin ini Meninggal Usai Kumandangkan Azan Isya
Kue nastar.(facebook)
Minggu, 22/09/2019 — 9:09 WIB
Yuk Bikin Kue Nastar, Ini Resepnya!