Thursday, 19 September 2019

Pemerintah Pilih Kaltim Jadi Ibukota Baru Negara RI

Kamis, 22 Agustus 2019 — 18:07 WIB
Kepala Badan Pertanahan Negara (BPN), Sofyan Djalil. (dok/yendhi)

Kepala Badan Pertanahan Negara (BPN), Sofyan Djalil. (dok/yendhi)

JAKARTA – Teka-teki soal lokasi ibukota baru negera RI terungkap sudah. Adalah Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil  yang memberikan kepastiannya, yakni Kalimantan Timur, meski belum disebutkan lokasi persisnya.

“Iya, Kaltim benar, tapi belum tahu lokasi spesifiknya di mana yang belum,” katanya Sofyan Djalil saat di Kemenko Perekonomian, Kamis (22/8/2019).

Menurut Menteri Sofyan Djalil soal loksi persisnya memang belum dipastikan oleh pemerintah. Kepuutusan pemerintah akan segera disampaikan kalau memang sudah ada keputusan resmi.

Sofyan Djalil menjelaskan pemerintah membutuhkan 3.000 hektar lahan untuk tahap pertama. Selanjutnya akan memerlukan 300 ribu hektar untuk membangun taman dan perlengkapan kota.

“Sehingga bisa bikin kota taman kota indah banyak tamannya orang bisa hidup sehat udara bersih. Kita harapkan jadi kota menarik buat dihidupi,” kata Sofyan.

Sejak Presiden Jokowi mengumumkan rencana pemindahan dan langsung survei ke lapangan, ada dua provinsi yang dilihat, yakni Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.

Pilihan jatuh ke Kaltim karena posisinya yang berada di tengah-tengah wilayah Indonesia kalau dilihat bentangan barat ke timur, atau dari Sabang hingga Merauke.

Hal itu disampaikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang Brodjonegoro, Selasa lalu. Pilihannya,   calon ibu kota negara harus berada di tengah-tengah. Lokasinya di antara Pulau Kalimantan dan Sulawesi.

Bambang Brojo mengatkan, perlu dicarai yang tengah-tengah dan dan dekat dengan  air (laut), dalam hal ini di Selat Makassar. Antara Kalimantan dan Sulawesi nah kita harus mikir Kalimantan Timur atau Sulawesi Barat.

Lantas, berdasarkan dari peta bencana, mantan menteri keuangan ini mengungkapkan bahwa Pulau Kalimantan menjadi salah satu wilayah yang paling aman dilalui jalur bencana. Sulawesi banyak merahnya, artinya jari ring bencana, sedangkan Kalimantan hijau semua.

Akhirnya diputuskan  dari peta strategis adalah Kalimantan, karena risiko gempa kecil yang ada bencana asap kebakaran hutan, itu pun hanya beberapa area lahan gambut. (*/win)