Tuesday, 17 September 2019

9 Hari Uji Coba Perluasan Gage, Kadishub Safrin Klaim Macet Berkurang, Polusi Udara Menurun

Jumat, 23 Agustus 2019 — 17:46 WIB
sistem ganjl genap. (toga)

sistem ganjl genap. (toga)

JAKARTA  –   Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengklaim  bahwa berdasarkan hasil evaluasi perluasan ganjil genap selama 9 hari masa uji coba, aktifitas lalu lintas membaik, kemacetan berkurang dan polusi udara menurun.

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengeluarkan Intruksi Gubernur Nomor 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara, tujuannya untuk mengatasi masalah polusi udara. Salah satu isi Ingub adalah memperluas kawasan ganjil genap menjadi 25 ruas jalan.

Ganjil genap ini hanya berlaku untuk mobil, sementara motor dan kendaraan tertentu dikecualikan. Masa uji coba sejak 12 Agustus 2019 dan akan mulai permanen pada 9 September 2019.

“Jadi hasilnya secara keseluruhan, kinerja lalu lintas baik. Berpengaruh (mengurangi polusi). Jadi kemacetan, kecepatan lalu lintas itu meningkat dari 25 km/jam, tepatnya itu kecepatannya itu dari semula 25,65 km/jam meningkat menjadi 28 km/jam atau naik 9 persen. Waktu tempuhnya juga naik 10 persen,” kata Syafrin dikonfirmasi wartawan, Jumat (23/8/2019).

Tidak hanya itu, menurut Syafrin, perluasan ganjil genap juga membuat pengguna transportasi umum khususnya Transjakarta meningkat hingga 20 persen.

“Untuk kualitas udara, dari dua pos pemantauan yang dimiliki oleh Dinas Lingkungan Hidup, itu PM 2.5 nya turun 18,5 persen, itu di Bundaran HI. Sementara di Kelapa Gading itu turun 13,51 persen,” beber Syafrin.

Melihat hasil yang positif, Dinas Perhubungan tengah menyusun regulasi perluasan ganjil genap supaya berkekuatan hukum, sehingga pada waktu kebijakan ditetapkan para pelanggar akan dikenakan sanksi tilang. “Ini kita sedang susun regulasinya. Kemudian kita akan uji publikkan, rencana minggu depan,” tandas Syafrin. (Yendhi/win)