Sunday, 22 September 2019

Derita Naik Mobil Material

Jumat, 23 Agustus 2019 — 8:10 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

PERNAH melihat anak-anak seusia SD dan SMP dengan nekat menghadang mobil bak terbuka? Lalu mereka berebut naik dan sambil duduk seenaknya sambil tertawa-tawa, sementara satu diantara mereka, mungkin sebagai komandan, berteriak memerintah.” Cabut, Pak sopir!”

Sang sopir yang mobilnya tersandera itu memang tak mampu berbuat apa-apa. Syukur kalau dia nggak marah, mobil akan bejalan dengan baik, tapi jika tersingung, bisa jadi akan ugal-ugalan.

“Anak saya ada di rumah sakit, jatuh dari mobil bak terbuka,” kata tetangga, yang anaknya duduk di bangku SMP kelas tujuh, mendapat kecelakaan.

Itu adalah kejadian yang sangat dikhawatirkan masyarakat seperti gambaran di atas. Anak-anak naik mobil bak terbuka dengan tanpa menyadari bahaya yang mengancamnya.

Mobil bak terbuka bukanlah angkutan untuk manusia, kerena sangat tidak layak dan berbahaya. Mobil tersebut dirancang untuk mengangkut barang material bangunan, batu bata, semen, pasir, barang rumah tangga, kulkas, tempat tidur,meubel, motor dan lainnya. Pokoknya bukan manusia lah!

Tapi kita masih melihat kenyataan di jalan raya, bahwa bak terbuka mengangkut manusia. Bahkan ada serombongan emak-emak memenuhi bak terbuka dengan tempat duduk dan payung seadanya. Mau kemana mereka? Ya, ada yang mau kondangan dan ke majelis taklim atau piknik? Kita paham, mungin bak tebuka bisa mengangkut orang lebih banyak, dengan ongkos yang juga lebih murah? Tapi, itu bukan alasan, jika keselamatan tidak terjamin!

Ya, kita paham juga, bahwa petugas mungkin segan untuk menertibkan angkutan nekat tersebut, karena dianggap biasa atau tradisi?
Tapi, apapun alasannya, peraturan harus ditegakkan, apalagi yang menyangkut tentang keselamatan manusia? Ini zaman now, Bung! (massoes)