Friday, 20 September 2019

Mobil Baru untuk Pembantu Presiden, PSI: Menteri Tidak Boleh Terganggu Aktivitasnya

Jumat, 23 Agustus 2019 — 9:53 WIB
grace Natalie, Ketua Umum PSI. (ikbal)

grace Natalie, Ketua Umum PSI. (ikbal)

JAKARTA – Para menteri Presiden Joko Widodo bakal memiliki tunggangan baru. Pemerintah menggelontorkan dana Rp147 miliar untuk pengadaan mobil dinas tersebut.

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendukung pengadaan mobil dinas menteri sepanjang alasan utama berkaitan dengan produktivitas.

Ketua Umum PSI menilai jika mobil menteri kerap mengalami kerusakan dikhawatirkan akan mengganggu kinerja para pembantu presiden itu.

“Kalau memang benar-benar butuh ya silakan.  Apalagi menteri gak boleh terganggu kan aktivitasnya. Akhirnya gara-gara (mobil) tidak berfungsi, menggangu produktivitasnya,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (23/8/2019).

Grace juga tidak mempersoalkan jika pergantian mobil bagi menteri dengan alasan model terbaru. Namun dia mengingatkan  hal itu dilakukan jika keuangan  negara dalam kondisi baik. Menurutnya pengadaan mobil baru menteri dengan alasan ganti model bukan kebutuhan primer yang wajib dipenuhi.

“Kalau karena pengen model terbaru kan itu sudah tersier. Kalau duit berlebih boleh. Sekarang lihat aja kondisi kita. Apakah kita dlm kondisi berlebih sehingga ada model terbaru kita bisa ikut. Kita kan masih punya defisit cukup banyak, sekitar 120 T, itu aja jadi patokan. Kalau kita masih punya kebutuhan, apa sudah layak kita sekadar mengganti,” tandas Grace. (ikbal/tri)