Sunday, 22 September 2019

Kawin Lari, Pria Pengantin Baru Dihabisi Pembunuh Bayaran yang Disewa Bapak Mertua

Sabtu, 24 Agustus 2019 — 7:18 WIB
Sumber: youtube

Sumber: youtube

INDIA – Pasangan muda ini memutuskan untuk menentang tradisi kuno. Mereka yakin saling mencintai hingga meski ada larangan keras dari bapak si gadis. Sayang cinta itu akhirnya berakhir memilukan.

Melansir Washington Post, World of Buzz menuliskan Pranay Perumalla (23) dan Amrutha Varshini (21) memutuskan untuk kawin lari. Keputusan ini terpaksa diambil karena karena orangtua Amrutha akan menikahkannya dengan pria lain.

Rao, bapak Arymtha, melihat gelagat anak gadisnya tetap pada pendirian untuk menikahi lelaki pilihannya sendiri. Maka. ia menyewa pembunuh bayaran untuk menghabisi Pranay.

Sejak kecil, orangtua Amrutha selalu mengatakan untuk tidak berteman dengan gadis-gadis dari kasta yang lebih rendah. Terutama kasta Dalit.
Pranay adalah anggota Dalit, sebuah kasta terendah dalam peringkat kasta India bahkan disebut sebagai yang tak tersentuh. Kasta ini meliputi sekitar 17 persen dari populasi India.

Sementara Amrutha berasal dari kasta Arya Vysya, yakni keluarga kasta kelas atas yang dikenal sebagai Komati. Keluarganya yang kaya menganggap pernikahan Amrutha dan Pranay sebegai “penghinaan yang tidak dapat diterima”.

Amrutha bertemu Pranay di sekolah saat keduanya berada di kelas sembilan. Keduanya kemudian berteman dan bicara melalui SMS dan telepon. Tapi kisah cinta itu dicium bapak Amrutha yang kemudian menghukum anak gadisnya itu.

Saat pertama kali tahu, si bapak langsing memukul Amurtha. Mengambil telepon dan laptopnya lalu memindahkannya ke sekolah lain.

“Aku bahkan bisa menikahimu dengan seorang pengemis yang memiliki kasta kelas atas,” ujar si bapak. “Tapi aku melarangmu menikah dari kasta yang lebih rendah. Siapa pun itu.”

Agaknya, kemarahan bapaknya tak bisa menghentikan cinta Amrutha ke Pranay, begitu juga sebaliknya. Diam-diam, keduanya terus bertemu. Ini berlangsung sampai 6 tahun.

Ketika pasangan itu kuliah, Amrutha curiga orangtuanya tengah menyiapkan pernikahan untuknya. Gadis itu pun memberi tahu Pranay bahkan mengajak kekasihnya itu untuk kawin lari.

Saat itu, Amrutha kuliah di bidang mode sementara Pranay belajar teknik. Dua mahasiswa ini pantang mudur atas segala rintangan. Mereka berkeyakinan cinta harus diperjuangkan.

Pada 30 Januari 2018, Amrutha dan Pranay melarikan diri. Mereka berencana memulai bisnis di Australia. Maka mereka mengajukan pembuatan paspor kemudian les berbahasa Inggris.

Sebelum pergi, keduanya menggelar upacara pernikahan sederhana di kuil di Hyderabad. Sejumlah teman mereka hadir. Pernikahan itu diselenggarakan kelompok reformis Hindu bernama Arya Samaj. Kelompok ini mendukung pernikahan antarkasta.

Meski telah menikah, pasangan pengantin baru ini harus menunda rencana meninggalkan India. Lima bulan kemudian, Amrutha hamil.

Pada 17 Agustus 2018, mereka menyelenggarakan resepsi pernikahan. Kali ini, ratusan orang menghadiri acara tersebut. Tetapi orangtua Amrutha tak muncul. Belakangan diketahui, saat itu Rao menyusun rencana membunuh Pranay. Ia menyewa pembunuh bayaran, seorang pria 57 yang dibayarnya Rp2,13 miliar untuk menghabisi menantunya.

Kepada pembunuh bayaran itu, Rao memberi foto Pranay yang diambilnya dari kartu undangan pernikahan.

Pada 14 September 2018, kamera CCTV merekam Amrutha, Pranay dan ibunya meninggalkan Rumah Sakit Jyothi setelah membuat janji dengan dokter.

Sambil berjalan, mereka saling berbincang akrab. Tiba-tiba satu pria muncul di belakang mereka dengan pisau daging besar di tangan kanan. Pria itu mengayunkan senjata tajam ke kepala dan leher Pranay dua kali. Lelaki muda itu pun ambruk kehilangan nyawa.

Amrutha menangis histeris. Ia berlari ke rumah sakit meminta bantuan pertolongan untuk suaminya.

“Ada orang menyerang Pranay. Apa yang kamu lalukan?” ujarnya melalui telepo ke bapaknya. Sejurus kemudian, perempuan itu jatuh lunglai tak
sadarkan diri.

Pada 30 September 2018, Rao dituduh melakukan kejahatannya setelah pihak berwenang menemukan banyak bukti bahwa pria itu adalah orang di belakang pembunuhan menantu lelakinya. Namun, dia belum dihukum karena kejahatannya.

Ayah Pranay, Balaswamy, mengatakan bahwa keluarga ingin Rao dihukum karena kejahatannya. Hukuman diharapkan bisa mencegah hal serupa di masa yang akan datang.

“Bapakku adalah alasan kematian Pranay,” katanya. “Tapi orang tua Pranay ‘tahu bagaimana kami saling mencintai’.”
Meski banyak yang menyatakan duka cita atas kematian Pranay, sejumlah orang tetap mendukung aksi sadis Rao. Ini benar-benar menyedihkan. (yp)