Friday, 20 September 2019

DPR: Masalah Papua Tak Perlu Libatkan Pihak Asing

Minggu, 25 Agustus 2019 — 10:15 WIB
Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta. (ist)

Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta. (ist)

JAKARTA – Tanggapi pernyataan Gubernur Lukas Enembe untuk libatkan pihak internasional dalam menyelesaikan permasalahan Papua, Anggota Komisi 1 Sukamta berpendapat bahwa hal tersebut saat ini tidak diperlukan.

“Saya kira yang diperlukan saat ini keseriusan pemerintah dalam mengatasi akar persoalan yang ada di Papua agar tidak berlarut-larut kembali,” kata Sukamta, Minggu (25/8/2019).

Lebih lanjut, Sekretaris Fraksi PKS ini mengharapkan Gubernur Papua Lukas Enembe semestinya ikut mendorong penyelesaian masalah secara nasional. “Sebagai Gubernur mestinya harus percaya kemampuan pemerintah. Sampaikan akar persoalan sesungguhnya di Papua serta usulan penyelesaian masalahnya. Saya kira yang seperti ini akan lebih konstruktif,”  kata Sukamta.

Sukamta juga merasa janggal jika otonomi khusus yang sudah berlangsung sejak 2001 dan anggaran ratusan triliun rupiah yang kata pemerintah telah disalurkan untuk pembangunan Papua dianggap Pak Gubernur tidak ada perubahan.

“Jika pernyataan Gubernur ini benar, berarti ada yang salah dalam kebijakan pemerintah selama ini. Saya kira perlu ada evaluasi secara utuh terhadap kebijakan dan program yang sudah berjalan. Mengapa hak istimewa yang sudah dimiliki Papua tidak mampu mengatasi masalah,” tandasnya.

(BacaWarga Papua di Surabaya: Mama dan Papa Jangan Khawatir, Kami di Sini Hidup Aman)

Namun demimikian Anggota DPR RI asal Yogyakarta ini berharap pemerintah saat ini fokus dulu untuk menyelesaikan urusan demo-demo yang terjadi. Pemerintah tidak perlu berspekulasi bermacam-macam yang akan memperlebar permasalahan. Sukamta juga berharap pemerintah mengurangi kerja-kerja simbolis berupa kunjungan pejabat.

“Harus fokus dulu untuk selesaikan persoalan yang ada di depan mata terkait aksi-aksi yang terjadi. Adanya spekulasi keterlibatan KKSB dalam kericuhan ini, jangan sampai mengganggu fokus mengembalikan situasi yang kondusif,”  kata  Sukamta. (rizal/ys)