Sunday, 22 September 2019

Perbanyak Hunian Murah

Kamis, 5 September 2019 — 6:41 WIB

LAHAN di kota-kota besar termasuk  Jakarta memang terbatas. Sementara seiring dengan terus membengkaknya jumlah penduduk,  kebutuhan akan tempat tinggal  menjadi mendesak.

Padatnya penduduk dan sempitnya lahan di ibukota membuat pengusaha properti memutar otak mencari untung. Salah satunya membangun rumah kos-kosan dengan konsep sleep box.

Indekos murah yang kabarnya mengadopsi model Jepang ini dihadirkan untuk penghuni berkantong tipis. Bak kacang goreng, warga pun antre mengontrak sleep box tersebut.

Laris manis indekos murah ini antara lain terpantau di Johar Baru, Jakarta Pusat. Kamar-kamarnya memiliki konsep unik. Setiap sleep box memiliki panjang 200 Cm, lebar 100 Cm dan tinggi 90 Cm.

Tarif kos di sleep box tergolong murah. Bila sistem bulanan hanya Rp300 ribu/orang. Sementara bila sistem harian Rp50 ribu/orang. Hampir semua kamar sudah terisi.

Fenomena baru kontrakan dengan kamar mini di jantung kota megapolitan yang sempat viral di media sosial ini memaksa pejabat Pemkot Jakarta Pusat menengok ke lokasi. Dengan alasan tak layak huni, tidak memiliki keamanan dan kesehatan yang baik, kontrakan murah-meriah  itu pun disegel.

Johar Baru terdiri dari empat kelurahan, 40 RW dan 557 RT. Wilayah ini sangat  padat, per Desember 2018 jumlah penduduknya mencapai 136.645 jiwa atau 43.338 KK.

Per kilometer, Johar Baru dihuni 57.656 jiwa. Dengan jumlah penduduk sebanyak itu, tempat tinggal menjadi salah kebutuhan utama bagi warga di wilayah itu.

Tak heran hadirnya indekos murah-meriah diburu banyak warga untuk menempati, meski ukurannya sangat mini dan dinilai pejabat Pemkot Jakarta Pusat tidak layak huni sehingga disegel.

Merujuk persoalan Johar Baru dan mungkin saja juga seluruh wilayah ibukota,  kini saatnya Pemprov DKI Jakarta menyediakan tempat tinggal yang layak huni. Bangun dan perbanyak rumah susun dengan sewa murah di kantong-kantong padat penduduk.

Selain menata permukiman, dengan cara ini setidaknya Gubernur Anies Baswedan bisa menyediakan  hunian layak huni yang selama ini didambakan warga.

Apalagi jargon Anies ingin memajukan kotanya dan membahagiakan warganya. Bagaimana mungkin warga akan bahagia kalau mereka kesulitan mendapatkan tempat tidur yang layak. Ini PR yang harus diatasi. @*