Sunday, 22 September 2019

Kok, Pada Senang Pamer?

Sabtu, 7 September 2019 — 6:06 WIB
selfie

“ Ini memang jaman now, benar  benar now, jaman edan. Orang-orang kaya pada pemer kemewahan.  Anda seharusnya tau, perasaan sebagain rakyat yang banyak menderita. Mereka hidupnya kembang kempis. Anda sadar nggak ada pelajar yang nggak bisa pergi ke sekolah karena nggak punya ongkos? ”Suara omelan melalui HP, yang diterima Bang Jalil, bikin kuping pengeng!

“ Kenapa ya Pak, kok orang seneng banget pamer?” kata sang  istri, selagi Bang Jalil masih bingung. Konon kabarnya itu ada orang yang senang pemer kemewahan, di  media sosial.

“ Itu  manusiawi, Bu.  Seandainya Ibu jadi orang kaya juga ikutan pamer?” kata sang suami.

“ Hemm, kalau Ibu sih, seandainya nih, jadi kaya raya, setiap hari mau sumbang  yayasan pakir miskin, terus blusukan, bagi sembako sama si miskin. Terus  masuk TV!” kata sang istri sambil menyediakan kopi.

“ Itu juga pemer. Kalau mau ngasih orang ya diem-diem aja, nggak usah dimasukin TV segala?”

“ Tapi kan pamer dalam kebaikan boleh dong,Pak? Ini sengaja biar yang laen yang punya harta ikutan kasih sumbangan?” kata sang istri.

Bang Jalil malas komentar, dia mengeluarkan motor.

“Lho, Bapak mau kemana?“ Tanya sang istri.

“ Begini Bu, Bapak kan pejabat RT, ya  liat suasana warganya dong? Apakah mereka dalam keadaan susah apa senang?”kata Bang Jalil, sambil nyemplak sadel motor barunya.

“ Bilang aja mau pamer motor. Orang juga tau itu motor kreditan! “sindir sang istri.

Bang Jalil mengegas dan memencet klakson motor barunya. Dit,dit, dit, kredit…! (massoes)