Sunday, 22 September 2019

Suka Nyinyir Punya WIL Lagi, Suami Tewas Dipentung Kaso

Minggu, 8 September 2019 — 7:07 WIB
NID-08-9

COBA, kurang apa Karlinah, 35, melayani Kartamenawi, 42, sebagai suami. Hidup menderita ditahan-tahankan gara-gara suami royal wanita, WIL-nya gonta-ganti. Tapi ketika mulut Martawi nyinyir sekali macam politisi Senayan, Karlinah jadi sakit hati. Pas suami tidur, langsung dipentung kaso 5/7. Ya wasalm di tempat.

Jika wanita suka nyinyir, itu lumrah. Tapi jika lelaki doyan nyinyir, ini lelaki yang kayak perempuan. Tapi setelah ada medsos, banyak lelaki seperti itu, bahkan oknum wakil rakyat. Apa saja kebijakan pemerintah dinyinyiri. Sepertinya dia paling jago mengelola negara. Padagal belum tentu, karena pepatah lama kan mengatakan: tong kosong nyaring bunyinya.

Kartamenawi yang tinggal di Kecamatan Sumber Kabupaten Probolinggo (Jatim), termasuk lelaki suka nyinyir pada istri sendiri. Dia benar-benar nyaring omongannya, dan tubuhnya memang seperti tong, pendek, gemuk. Teman-teman akrabnya suka memanggil namanya: Karto Drum. Tapi dia tidak marah, meski guyonan teman-teman menyinggung anatomi.

Uniknya, meski penampilan tak menjanjikan, nyaris seperti buntelan bagong kata orang Sunda, eh soal percewekan jago dia. Pacarnya ganti-ganti, padahal di rumah dia masih punya istri. Gara-gara suami laris manis main perempuan, gaji yang mestinya 100 persen masuk ke rumahtangga, 30 persen bocor ke mana-mana.

Gara-gara kelakuan suami, badan  Karlinah jadi kurus kering. Paling menyakitkan, Kartomenawi merasa paling benar. Karenanya segala perilaku istri selalu dinyinyiri. Makan tidak enak, ngomel. Baju kurang bersih, ngomel. Bagaimana bisa makan enak dan baju bersih, wong anggaran rumahtangga tidak full. Setiap mengajukan tambahan anggaran, selalu ditolak.

Paling menyakitkan sekaligus menjengkelkan, Karto Drum suka ngancam-ngancam, “Kalau kamu tak bisa ngurus suami, tak tinggal kawin lagi lho.” Dia siap “madu”, dengan alasan banyak janda yang “waiting list” pada Kartomenawi.

Selama ini Karlinah mencoba bersabar, karena ingat anak-anak. Tapi karena Karto Drum makin seenaknya “lambe nggambleh” (nyinyir), akhirnya Karlinah merasa tak ada gunanya punya suami model Kartomenawi. Karena ditukar-tambah tidak mungkin, akhirnya sampai pada keputusan, lebih baik Karto Drum dimatiin saja. Setan mendengar rencana ini langsung setuju dan sangat mendukungnya.

Beberapa hari lalu hari naas itu pun tiba. Kartomenawi yang beberapa hari tak pulang, begitu pulang langsung tidur mendengkur. Nah, rencana jahat yang sudah diwacanakan beberapa hari lalu, saatnya eksekusi. Karlinah ambil potongan kayu kaso ukuran 5/7, dan diayunkan dengan kuatnya mengarah ke gundul suami, pletakkkk…..!

Hanya sekali Kartomenawi mengaduh, dan habis itu diam membisu dengan kepala berdarah.  Tak mau bikin repot polisi, Karlinah segera lapor polisi bahwa baru saja membunuh suaminya. “Mau dihukum berapa tahun pun saya siap, Pak.” Kata Karlinah, ada rasa puas di wajahnya.

Badan kayak drum, dipentung kaso penyok juga ya. (gunarso ts)