Sunday, 22 September 2019

DPR Tidak Pernah Putus Asa untuk Membonzai Peran KPK

Senin, 9 September 2019 — 8:59 WIB
SENTILAN-UU-KPK

ANEH juga para politisi Senayan itu. Target legislasi saja tak pernah tercapai, kok masih punya target merevisi UU KPK segala. Masa kerja tinggal 3 minggu, kok masih sempat-sempatnya. Tapi untuk yang satu ini, DPR memang tak pernah putus asa, sehingga secara diam-diam diputuskan bahwa revisi UU KPK merupakan inisiatif DPR.

UU KPK itu produk KPK. Tapi setelah lembaga tersebut terbentuk, justru DPR tidak nyaman dibuatnya. Sebab KPK tak pandang bulu. Tak peduli anggota DPR, jika ada petunjuk bau-bau korupsi pasti ditelateni pula. Hasilnya banyak anggota DPR yang dikandangi KPK, untuk “istirahat” di LP Sukamiskin Bandung.

Ibaratnya DPR ini pelihara anak macan. Kecil dipelihara, setelah gede mau makan pemeliharanya. Bayangkan, sejak tahun 2004 hingga kini setidaknya tercatat 72 anggota DPR diudak-udak KPK dan akhirnya masuk penjara. Kenapa begitu banyak, karena dari periode ke periode berikutnya anggota DPR itu tak mau belajar dari pengalaman. Sekali rekannya ditangkap KPK, mestinya tak berani lagi main-main dengan uang negara.

Aneh memang DPR kita. Agar tidak sampai terkena OTT, bukannya berbuat lebih hati-hati, tapi justru memperlemah dan mempereteli kekuasaan KPK. Ibarat macan, DPR hendak mencabut sejumlah gigi dan kuku-kukunya. Jika KPK tinggal gusi doang, rupanya justru DPR senang nan bahagia.

Sudah berkali-kali DPR hendak merevisi UU KPK. Pernah soal penyadapan hendak dihapus, pernah pula soal perlunya SP3. Ketika banyak anggota DPR tak bikin LHKPN, diwacanakan pula agar persyaratan itu dihapuskan. Terakhir, diwacanakan pula perlunya pengawas KPK.

Selama ini usaha revisi UU KPK No. 30 tahun 2002 selalu kandas di tangan presiden, termasuk Jokowi. Menyiasati hal ini, DPR-pun diam-diam membahas revisi UU KPK tanpa publikasi. Tahu-tahu disodorkan ke pemerintah dengan alasan revisi UU KPK ini merupakan hak inisiatif DPR.

Tentu saja Agus Rahardjo berkeberatan dengan “gaya senyap” DPR. Maka diapun curiga, DPR selalu ngotot mau revisi UU KPK gara-gara rekannya banyak yang ditangkap KPK. Semoga saja Jokowi tak berubah sikap, segala revisi UU KPK cukup dimasukkan laci kembali.

DPR masa kerjanya tinggal 3 minggu lagi. Tak usah bikin target macem-macemlah, karena target legislasi saja dari tahun ke tahun tak pernah tercapai. Sebagai wakil rakyat pernahkan rakyat meminta DPR merevisi UU KPK? (gunarso ts)