Sunday, 22 September 2019

Baru Dilantik Jadi Anggota DPRD Langsung Pada Menggadaikan SK

Rabu, 11 September 2019 — 6:44 WIB
SENTIL-GADAI-SK

KELIHATANNYA keren, terpilih jadi anggota DPRD. Padahal banyak yang babak belur kantongnya karena kampanye. Maka tradisi lama berulang, baru beberapa hari dilantik jadi anggota DPRD, langsung pada berebut gadaikan SK-nya ke bank. Ini terjadi di mana-mana. Kesana, jadi anggota DPRD malah banyak utang, karena tiap bulan cicil utang.

Menjadi wakil rakyat itu sebetulnya pengabdian, memperjuangkan nasib rakyat pendukungnya. Tapi sekarang terbalik-balik. Menjadi anggota DPRD untuk cari uang. Sebab faktanya, banyak orang yang tadinya pengangguran, begitu duduk jadi anggota dewan, langsung berubah nasibnya. Dulu rumahnya kecil, buat bakar keong saja tidak mateng, sekarang tinggal di rumah bagus, daerah elit pula.

Tapi untuk menjadi wakil rakyat memang perlu modal. Bukan saja untuk biaya kampanye, tapi juga harus bayar “mahar” untuk partai yang jadi kendaraan politiknya. Dari mana dananya? Jika tidak jual aset ya ngutang sana-ngutang sini. Kalau terpilih, alamat segera BEP (balik modal). Tapi kalau kalah, banyak yang dikejar-kejar debt collector.

Bulan September ini anggota DPRD di segala penjuru RI sudah dilantik, dan mulai bekerja. Mereka sudah dapat SK bahwa telah menjadi anggota dewan yang definitip. Tiap bulan terima gaji, belum ceperan lain bila ada pembahasan APBD dan Perda. Biasanya, agar semua lancar, antara Pemda dan DPRD saling pengertianlah.

SK anggota DPRD ternyata bisa juga digadaikan atau dijaminkan ke bank. Maka karena banyak pula yang ngutang sana sini waktu kampanye, untuk menutupnya dalam waktu cepat tak ada cara lain kecuali dijaminkan. Nilai pinjamannya lumayan lho, bisa ratusan juta sampai Rp 1 miliar. Nantinya setiap gajian dedel duel, selain dipotong untuk partai, juga nyicil ke bank.

Tradisi gadikan SK anggota DPRD sudah terjadi di mana-mana, hampir setiap daerah pasti ada yang gadaikan SK-nya. Dari Lampung, Surabaya, Bandung, Sampang dan masih ada yang lain lagi, semua melakukannya.

Sebetulnya sih sah-sah saja menggadaikan SK anggota DPRD, hanya tidak etis. Itu kan simbol kehormatan dari rakyat. Itu kepercayaan rakyat kepada wakilnya di dewan. Masak kepercayaan malah digadaikan? (gunarso ts)