Monday, 16 September 2019

Uji Kelayakan dan Kepatutan di DPR

Capim Nawawi Pomolango: Kinerja KPK Sekarang Sempoyongan

Rabu, 11 September 2019 — 16:10 WIB
Capim KPK, Nawawi Pomolango menjalani uji kepatutan dan kelayakan di ruang rapat Komisi III DPR RI, Jakarta, Rabu (11/9/2019). (timyadi)

Capim KPK, Nawawi Pomolango menjalani uji kepatutan dan kelayakan di ruang rapat Komisi III DPR RI, Jakarta, Rabu (11/9/2019). (timyadi)

JAKARTA – Calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari unsur hakim, Nawawi Pomolango, menilai kinerja lembaga antirasuah saat ini “sempoyongan” atau berjalan di tempat.

“Seperti orang pulang dari dugem tengah malam. Tampaknya berjalan cepat, tapi malah jalan di tempat dalam memberantas korupsi,” kata Nawawi, saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) sebagai Capim KPK Periode 2019-2023 di Komisi III DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta Pusat, Rabu (11/9/2019).

Sejatinya, kata Nawawi, KPK adalah lembaga penegakan hukum yang besar. Kewenangan yang dimiliki dan dukungan yang diperoleh dari masyarakat pun besar. “Tapi hasilnya biasa-biasa saja bahkan di luar kebiasaan. Itu bukti, karena KPK lebih menekankan pada penindakan, bukan pencegahan,” sambungnya.

Uji kelayakan dan kepatutan capim KPK ini dipimpin oleh Ketua Komisi III DPR RI Aziz Syamsuddin (Golkar), didampingi Wakil Ketua Komisi III Herman Herry (PDIP), dan Desmond J Mahesa (Gerindra). Sejumlah anggota dewan lainnya hadir antara lain Aboebakar Alhabsyi (PKS), Arsul Sani (PPP), dan Anwar Rachman (PKB).

Nawawi juga sempat menyinggung indeks korupsi Indonesia berdasarkan survei internasional, masih berada di peringkat ke-38 sama dengan 2016. “Itu artinya, KPK jalan di tempat karena menekankan pada penindakan,” ujarnya.

Karena itu, Nawawi termotivasi mengikuti seleksi capim KPK. Ia ingin membenahi kinerja lembaga antirasuah dan berada di garda terdepan dalam pemberantasan korupsi.

Nawawi sebelumnya menjadi hakim Tipikor dan menangani kasus impor gula yang melibatkan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaq (LHI), dan kasus Mantan Ketua DPD RI Irman Gusman. Lalu dimutasi ke PN Bandung, dipindah ke PN Samarinda, dan ditarik lagi ke Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta Timur, dan terakhir menangani hakim MK Patrialis Akbar, dan kini hakim di PT Bali.

Lima Capim KPK

Sebanyak lima dari 10 Capim KPK menjalani uji kelayakan dan kepatutan Capim KPK di ruang Komisi III DPR, hari ini, Rabu (11/9/2019). Selain Nawawi, capim KPK lainnya yang mengikuti uji kelayakan dan kepatutan hari ini adalah Lili Pintauli Siregar, Sigit Danang Joyo, Nurul Ghufron, dan I Nyoman Wara. Sementara lima capim lainnya, yakni Alexander Marwata, Johanis Tanak, Luthfi Jayadi Kurniawan, Firli Bahuri dan Roby Arya akan menjalani tes tersebut pada Kamis (12/9/2019) besok.

(Baca5 Capim KPK Mulai Jalani Fit and Proper Test di DPR, Ini Nama-namanya)

Setelah fit and proper test, 10 capim ini akan disaring menjadi lima untuk ditetapkan sebagai pimpinan dan ketua KPK besok malam. (timyadi/ys)