Monday, 16 September 2019

Gerakan Indonesia Sadar Kependudukan Terus Digencarkan

Rabu, 11 September 2019 — 21:15 WIB
Kadis Ducapil dan Kasudin Dukcapil Jaksel saat memberikan berkas kepada warga. (wandi)

Kadis Ducapil dan Kasudin Dukcapil Jaksel saat memberikan berkas kepada warga. (wandi)

JAKARTA – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Pemprov DKI Jakarta tak henti-hentinya mengajak pelajar dan warga memahami arti pentingnya data kependudukan. Seperti yang dilakukan di SMA Perguruan Cikini, di Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, aparat Sudin Dukcapil, Jakarta Seletan menggelar kampanye Gerakan Indonesia Sadar Kependudukan (GISA).

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI Jakarta, Dhany Sukma, yang hadir dalam kegiatan ini mengajak pelajar dan masyarakat dapat memahami betapa pentingnya data kependudukan. Menurutnya GISA ini merupakan gerakan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya administrasi kependudukan.

“Saya berharap para peserta GISA diikuti oleh pelajar RT, RW, Kader Jumantik, Dasawisma, PKK dan elemen masyarakat lainnya ini, dapat kembali mensosialisasikan apa yang mereka dapat di dalam acara ini. Sebab data kependudukan ini sangat penting makanya seluruh elemen masyarakat wajib tahu,”terang Dheny Sukma, Rabu (11/9).

Sementara itu Kasudin Dukcapil, Jakarta Selatan Abdul Haris menambahkan, dalam kegiatan ini selain mengkampanyekan GISA pihaknya juga melakukan berbagai pelayan, seperti perekaman KTP-el, SKDS, KIA dan Akta Kelahiran.

“Pada kegiatan ini selain mengkampanyekan GISA juga berbagai pelayanan dari masyarakat. Selain itu kami juga menggelar kegiatan Biduk selama dua hari hingga besok. Kami berharap seluruh masyarakat di Jakarta Selatan memiliki kartu identitas masing-masing,” kata Abdul Haris.

Sedangkan Kepala Bagian Tata Pemerintahan Jakarta Selatan Herry Gunara menyampaikan, Pemkot Jakarta Selatan mengapresiasi kegiatan ini. Ia yakin kegiatan ini membuat masyarakat terbantu.

“Diharapkan setelah kegiatan GISA dan Biduk ini, baik penduduk tetap maupun pendatang baru pada khususnya, dapat memahami dan mematuhi segala ketentuan dan peraturan yang ada di DKI Jakarta,” terang Herry Gunara. (wandi/yp)