Monday, 16 September 2019

Kisah Orang-orang Serakah

Rabu, 11 September 2019 — 7:46 WIB
SENTILAN-PAK-SUS

ADA tiga pemburu harta karun. Suatu ketika, mereka berhasil. Tapi, bagaimana selanjutnya, apakah mereka membagi rata harta yang diperoleh? O, ternyata tidak, ada satu dari mereka yang serakah,dan membunuh dua orang sahabatnya yang ikut dalam perburuan tersebut. Dia menguasai harta sendirian, tapi sebelum menikmati, si serakah pun mati tertimbun harta buruannya.

Ini sekadar ilustrasi. Banyak orang lupa bersyukur. Entah mengapa, mungkin lupa, mungkin merasa nggak perlu, karena nikmat yang diperoleh itu seperti datang sendiri begitu saja.

Padahal kata Allah, kalau kalian mau bersyukur, akan ditambah nikmat, tapi kalau nggak, maka kalian mendapat azab atau kesengsaraan. Begitulah Allah punya ketetapan.

Banyak contoh, orang tidak bersyukur, padahal sudah diberi sebegitu banyak rezeki. Bayangkan saja, sekarang ini banyak pejabat yang punya penghasilan besar, tapi masih serakah mencari tambahan di luar ketentuan dengan cara KKN dsb.

Banyak pengusaha yang sudah kaya raya, punya sebegitu banyak proyek tapi masih serakah dan mendapat proyek dengan segala cara, menjegal lawan, dan main sogok dan suap. Membujuk rayu para pemimpin daerah, minta proyek ini itu dangan imbalan suap yang sangat besar.

Mereka membujuk para hakim, untuk memenangkan perkara tertentu, mereka bahkan tega membunuh, jika merasa terganggu.

Bagi orang-orang yang serakah hanya ada di pikiran mereka bagaimana mengumpulkan harta, bagaimana memenangkan proyek dan perkara. Selalu kurang, dan lupa bersyukur! Menyesal setelah ditangkap berwajib! (massoes)