Monday, 16 September 2019

Lulusan IT Ini Ciptakan Ciptech Smart Learning untuk Kegiatan Belajar-Mengajar

Rabu, 11 September 2019 — 22:27 WIB
:Pencipta Ciptech Smart Learning, Ansarullah Yasin (kiri)

:Pencipta Ciptech Smart Learning, Ansarullah Yasin (kiri)

DEPOK  – Sekarang masyarakat Kota Depok, khususnya pelajar, bisa saja tidak perlu harus membawa buku pelajaran ke sekolah. Sebab, sekarang ada ciptaan chip baru, karya  salah seorang lulusan IT, yang mampu dipakai sebagai media belajar secara elektronik, bernama  Ciptech Smart Learning.

Penciptah  Ciptech Smart Learning, Ansarullah Yasin,  alat ini bermula dari gemar otak-atik peralatan komputer ,  hingga sampai akhirnya berhasil menemukan sebuah chip yang dapat menggantikan pola belajar siswa di sekolah dengan menggunakan modul buku.

“Cip tersebut kita beri nama Cipt Tech. Keunggulan dapat dipasang di semua android atau IOS khususnya Tab kegunaan dapat memuat data seperti visual audio vidio, buku digital, bahkan laboratorium bahasa untuk pelajar,” ujarnya di Depok, Rabu (11/9) siang.

Ansyarullah berbicara hal itu dia didampingi Dirut PT Cakrawala Inti Persada, Mirza Aliandri, terjaut  perkenalan teknologi Ciptech  metode belajar teknologi canggih sebagai pengganti mengajar menggunakan buka dalam perkenalannya di sebuah rumah makan Jalan Margonda Raya, Pondok Cina, Beji Kota Depok, Rabu.

Sebagai pria lulusan IT di salah satu universitas terkemuka di daerah Jawa Barat, Yasin mempunyai cita-cita,  di era teknologi modern seperti sekarang ini sekolah sudah tidak perlu mengisi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan pola lama menggunakan buku atau laboratorium bahasa.

“Hanya dengan mentransfer data menggunakan LAN melalui Ciptech atau Elektronik Sabak ini dapat mentransfer satu tablet untuk 50 siswa dengan Sistem belajar di dalam tanpa harus online atau internet. Selain itu faktor keamanan dari hacker jauh,  bahkan sama sekali tidak dapat di hacker orang luar,” tambahnya.

Penggunaan teknologi Cipttech sendiri, lanjut Yasin, untuk digunakan di sekolah sudah menyesuaikan standar kurikulum 2013.

“Untuk memperkenalkan elektronik Sabak ini telah di launching di 7 sekolah SMP dan SMA negeri yang ada di DKI Jakarta bahkan Depok sendiri. Keunggulan lainnya menggunakan Elektronik Sabak adalah siswa mengikuti ujian tanpa harus internet sehingga juga dapat memangkas biaya besar untuk pelaksaan ujian,” tambahnya.

Secara terpisah,  Ketua Dewan Pendidikan Kota Depok juga anggota DPRD Kota Depok Hafid Nasir  mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi program tersebut .

“Ya, kami sudah pernah dengar program tersebut. Nanti akan kami cek terlebih dahulu lalu mengevaluasi jika hasilnya bagus dan dapat digunakan bagi tiap sekolah kemungkinan dapat diterapkan nantinya,” tutupnya. (Angga/win)