Sunday, 22 September 2019

Pengembangan Pelabuhan Benoa Dukung KEK Pariwisata di Bali

Rabu, 11 September 2019 — 6:55 WIB
Direktur Utama PT Pelindo III Doso Agung  mendampingi Menteri BUMN Rini Sumarmo yang datang ke Pelabuhan Benoa.(dwi)

Direktur Utama PT Pelindo III Doso Agung mendampingi Menteri BUMN Rini Sumarmo yang datang ke Pelabuhan Benoa.(dwi)

JAKARTA – Pengembangan Pelabuhan Benoa akan mendukung rencana pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bidang Pariwisata di Bali yang didengungkan oleh Gubernur Bali Wayan oster.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PT Pelindo III Doso Agung menjawab pertanyaan wartawan saat mendampingi Menteri BUMN Rini Sumarmo yang datang ke Pelabuhan Benoa guna menghadiri acara adat sebagai tanda dimulainya pembangunan Melasti di wilayah Pelabuhan Benoa, Selasa (10/9/2019).

“Pelabuhan Benoa disiapkan untuk menjadi gerbang laut wisatawan mancanegara yang datang ke Bali dengan kapal-kapal pesiar internasional berukuran besar,” tutur Doso.

Dengan pengembangan yang terintegrasi, lanjut Doso, lokasi tersebut nantinya menjadi pintu masuk destinasi pariwisata andalan di sekitar Bali.

Ditegaskan Dirut Pelindo III, sesuai arahan Gubernur Bali I Wayan Kenoster dalam pertemuan sebelumnya, seluruh pengembangan di Bali harus ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat Bali, melalui upaya-upaya yang selaras dengan pelestarian alam.

Sementara itu Menteri BUMN Rini Suarmo mendukung upaya Pelindo III dalam pengembangan pelabuhan tersebut. Dengan  pengembangan pelabuhan benoa, tidak hanya pariwisata saja yang akan tumbuh, juga akan meningkatkan kemakmuran masyarakat  dan nelayan di sekitar pelabuhan Benor.

“Saya sudah mendengar sendiri barusan. Tokoh masyarakat di sini mendukung penuh pengerugan alur dan kolam pelabuhan untuk mendukung pengembangan Pelabuhan Benoa. Mereka senang, nantinya kapal-kapal nelayan yang semula sulit masuk ke pelabuhan dengan adanya pekerjaan sekarang kolamnya di perdalam dan jalan masuknya akan lebih mudah,”ujar Rini kepada wartawan.

Selain itu kegiatan kepelabuhanan lainnya juga akan menstimulus ekonomi di Bali seperti nanti supply energy juga akan lebih baik karena pertamina, dan LNG akan dipindahkan ke lokasi yang lebih aman serta luas tentunya akan menambah kapasitas ketersediaan energy untuk Bal.

Menteri Rini sempat melihat Upacara adat Guru Bendu Piduka sebagai tanda dimulainya pembangunan fasilitas pemelastian untuk desa adat dedungan, kemudian  dilanjutkan kunjungan ke proyek pengembangan pelabuhan Benoa secara langsung.

Rini juga mendapat laporan dari tokoh adat dari sisi religi, sejak awal mereka sudah mendengarkan dari pihak Pelindo III sebagian pengembangan atau sekitar 1 hektar untuk pembangunan lokasi Upacara Melasti umat Hindu dan juga sebagai penghormatan tertinggi pada Krama Bali.

“Selain dari sisi religi dan lingkungan, dengan pengembangan destinasi pariwisata dan infrastruktur pendukungannya nantinya akan membuka banyak lapangan pekerjaan dan peluang berwirausaha bagi masyarakat Bali sendiri.

“Saya minta kepada Dirut Pelindo III harus berkontribusi pada perekonomian nasional khususnya masyarakat Bali, karena Pelabuhan Benoa dan sektor pariwisata Pulau Dewata merupakan bagian penting dari integrasi logistik, transportasi, dan wisata,” ujar Menteri BUMN.

Hingga kini dari dua tahap pekerjaan pengerugan sudah ditanam sekitar 100 ribu bibit bakau untuk luas area 4 hektar di wilayah pesisir perairan Pelabuhan Benoa. (dwi/tri)