Monday, 16 September 2019

Siswa di Wilayah ini Diwajibkan Bawa Bekal Sampah dari Rumah

Rabu, 11 September 2019 — 19:28 WIB
Wakil Walikota saat membahas tentang mengatasi persoalan sampah dengan membangun BPS disetiap sekolahan. (wandi)

Wakil Walikota saat membahas tentang mengatasi persoalan sampah dengan membangun BPS disetiap sekolahan. (wandi)

JAKARTA – Berbagai upaya terus dilakukan lakukan oleh Pemkot Jakarta Selatan dalam mengatasi persoalan sampah di wilayah. Salah satunya yang dilakukan saat ini mendorong para pelajar untuk menabung sampah di bank-bank sampah yang ada di sekolahannya masing-masing.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Isnawa Adji, saat yang membuka acara Rapat Koordinasi Pengelolaan Bank Sampah Sekolah.

Menurutnya, saat ini Pemkot Jaksel terus mendukung program Ayo Menabung Sampah di Bank Sampah Pramuka (BSP), yang akan dikelola setiap sekolah yang ada di Jakarta Selatan.

“Implementasi bank sampah di sekolah ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif pengurangan limbah sambah dari sumbernya. Anak-anak di sekolah akan semakin semangat jika imbalan pengumpulan sampahnya saldo uang tabungan, sehingga uang jajan tentu akan lebih banyak” ujar Isnawa Adji, Rabu (11/9).

Menabung sampah di BPS ini merupakan salah satu kekerja sama antara Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Provinsi DKI Jakarta dan Bank Negara Indonesia (BNI). Program ini tujuannya,  pemerintah ingin mewujudkan masyarakat Jakarta peduli lingkungan dan kedepan tidak membuang sampah sembarangan.

Sementara itu, Manager Divisi Manajemen Produk Konsumen BNI Sri Wahyuni menjelaskan, setiap sampah yang dibawa oleh para siswa dan ditimbang, maka akan dibayarkan sesuai hasil timbangan. Dananya, akan disalurkan melalui rekening masing-masing siswa yang menabungnya.

“Ke depan para siswa akan kami buatkan rekeningnya. Uang hasil jual sampah ini nanti murid-murid bisa mengambil tiap bulan. Program ini akan terus kami sosialisasi ke setiap sekolah dengan tujuan memberikan informasi kepada para siswa,” kata Sri Wahyuni.

Sedangkan, Sekretaris Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Provinsi DKI Jakarta Triadi Suparta menambahkan, setelah pertemuan ini pihaknya akan membahas pada rapat bersama dengan guru untuk segera ditindaklanjuti.

\Dirinya berharap, bagi para siswa yang rutin mengumpulkan sampah dapat diberikan apresiasi untuk menumbuhkan motivasi bagi siswa lainnya.

“Program ini akan menarik bagi para siswa untuk mendapatkan penilaian tanda kecakapan khusus. Kami berharap dengan pemilahan sampah itu, siswa nanti akan diwajibkan bawa bekal sampah dari rumahnya masing-masing ke sekolah dan akan tukar dengan uang,” terang Triadi Suparta. (wandi/win)