Monday, 16 September 2019

Warga dan Siswa SD di Cilincing Dikepung Asap Pembakaran Arang

Rabu, 11 September 2019 — 20:47 WIB
Sejumlah pabrik pembakaran arang dan peleburan timah di Cilincing, Jakut, dikeluhkan warga karena mencemari lingkungan.  (deny)

Sejumlah pabrik pembakaran arang dan peleburan timah di Cilincing, Jakut, dikeluhkan warga karena mencemari lingkungan. (deny)

JAKARTA  – Warga, terlebih siswa dan pengajar SDN Cilincing 07 Pagi, di wilayah Kelurahan Cilincing, Jakarta Utara, dikepung asap. Mereka mengeluhkan asap pembakaran arang dan peleburan timah yang ada di dekat sekitar sekolah itu. Beberapa dari mereka, bahkan mengaku mengalami sesak nafas.

Surtiah (36), warga Kampung Sawah mengatakan, mengatakan asap dan debu yang dihasilkan saat proses pembakaran arang dan peleburan timah sangat mengganggu aktivitas warga sekitar. Sehingga, warga pun kerap merasakan sesak nafas dan iritasi mata setiap harinya.

“Kami sangat terganggu asap dan debu tersebut. Ini setiap hari kami rasakan, terutama saat proses pembakaran batok kelapa menjadi arang dan peleburan timah dari sore hingga menjelang pagi,” kata Sutiah, saat ditemui di Jalan Inspeksi Inspeksi Cakung Drain, Rabu (11/9).

Saat asap dan debu itu muncul, diterangkannya jarak pandang di sekitar lokasi lapak itu pun hanya berkisar 50 meter. Sehingga tak sedikit kendaraan yang melintas kerap terlibat kecelakaan lalu lintas.

Saefuddin, warga lainnya yang juga merupakan pengajar di SDN Cilincing 07 Pagi, bahkan kini harus terbaring dirawat di RSUD Koja terkena ISPA akut akibat menghidup asap dan debu pembakaran arang dan peleburan timah saban harinya saat bekerja.

Jadi waktu itu bapak kondisinya drop dan dirawat di ruang ICU Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta. Ternyata vonis dokter bapak sakit Pneumonia akut, lebih dari ISPA (infeksi saluran pernafasan akut),” terang Dewi, istri Saefudin saat ditemui di RSUD Koja, Jakarta Utara.

Kepala Sekolah SDN Cilincing 07 Pagi, Juhaedin menyesalkan adanya keberadaan lapak pembakaran arang dan peleburan timah yang berlokasi sekitar 50 meter dari sekolah. Karena asap dan debu pekat kerap menyelimuti sekolah seiring hembusan arah angin ke arah sekolah. (deny/win)