Sunday, 22 September 2019

Tangani Masalah Sungai dan Situ, BBWSCC dan Kodam Jaya Bekerjasama

Kamis, 12 September 2019 — 11:31 WIB
Jajaran Kodam Jaya dan BBWSCC usai penandatangan kerja sama pemeliharaan sungai. (ifand)

Jajaran Kodam Jaya dan BBWSCC usai penandatangan kerja sama pemeliharaan sungai. (ifand)

JAKARTA – Tangani permasalahan Sungai dan Situ yang ada di Jakarta, Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) melakukan kerja sama dengan Kodam Jaya.

Mereka akan melakukan pembersihan di enam dan lima Situ hingga pengembalian lahan yang diambil warga.

Kepala BBWSCC Bambang Hidayah mengatakan, langkah yang dilakukan pihaknya bersama Kodam Jaya untuk penanganan aliran sungai dan situ di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Sebanyak enam sungai dan lima Situ yang akan diawasi bersama. “Rangakaian kerja sama dalam bentuk karya bakti untuk pemeliharaan sungai dan situ ini bukan yang pertama kali, karena sebelumnya sudah kami lakukan,” katanya, Kamis (12/9/2019).

Dikatakan Bambang, sungai dan situ yang dipelihara bersama dengan Kodam Jaya, yaitu Sungai Mookervart, Sungai Ciliwung, Sungai Pesanggrahan, Sungai Bekasi, Sungai Blencong,  Sungai Cikeas. Sementara untuk Situ adalah, Situ Sidomukti, Situ Rawa Lumbu, Situ Pasir Gadung, Situ Parigi dan Situ Leungsir.

“Pemeliharaan yang dilakukan adalah membersihkan sampah di sungai hingga mengembalikan lahan yang sebelumnya dimanfaatkan warga,” ujarnya.

Dengan pemeliharaan yang dilakukan pihaknya bersama Kodam, kata Bambang, diharapkan sungai dan situ bisa bermanfaat. Bukan hanya bermanfaat sebagai tampungan air, tapi bisa mengalir hingga ke hilir dan airnya bisa dimanfaatkan untuk mencuci.

“Kalau untuk Situ, diharapkan bisa menampung air sehingga di musim kemarau bisa bermanfaat, jadi betul-betul saat musim kemarau tidak kering karena ada situ,” ungkapnya.

Sementara itu, Panglima Kodam Jaya, Mayjen Eko Margiono menambahkan, kerja sama yang dilakukan pihaknya selain untuk memelihara sungai dan situ, juga untuk mengembalikan lahan. Terlebih, saat ini memang ada persoalan yang sulit dihadapi, salah satunya adalah ketika Situ kalau sudah diduduki masyarakat terjadi penolakan yang sangat kuat.

“Makanya kita masuk untuk menyadarkan bahwa lahan itu adalah Situ, bukan tempat tinggal,” ungkapnya.

Dikatakan Mayjen Eko, melalui hal ini pihaknya ingin memperbaiki kualitas dari Situ maupun aliran sungai. Terlebih selama ini ada informasi di aliran sungai Citarum, limbah rumah tangga maupun pabrik dibuang ke sungai. “Ini yang saat ini menjadi tugas kami untuk mengedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai,” sambungnya.

Pangdam Jaya juga menyebut, dengan adanya kerjasama ini, pihaknya akan ikut menata Situ dengan memperbaiki lahan, juga menata lahan. Dengan menjadi Situ sebagai tempat rekreasi, pihaknya juga akan melakukan penghijauan dengan tanaman keras yang bisa bermanfaat. “Kami juga akan menggandeng semua yang peduli dengan lingkungan untuk mewujudkan hal ini,” pungkasnya. (ifand/mb)