Index — Nah Ini Dia

  • SEBAGAI pegawai Puskesmas, Wahyudi, 45, sungguh punya keahlian luar biasa. Dia punya obat yang bisa bikin peminumnya telanjang bulat di kamar. Sayangnya uji coba itu diberikan kepada Tini, 22, anak asuhnya sendiri. Begitu gadis itu hamil, Wahyudi jadi urusan polisi karena dia biangkeroknya.

  • SEBAGAI Ketua Komite Sekolah, ternyata Pratikno, 40, tak punya komitmen.  Mestinya dia membantu penyelenggaraan pendidikan, tapi malah berbuat yang tidak mendidik. Bayangkan, kegiatan hipnoterapi malah berubah jadi ajang pencabulan sejumlah

  • ANDAI saja tak ada setan lewat, tentunya Rini dan Risto akan menjadi tamu yang baik. Tapi begitulah suratan nasib, ketika tuan rumah pergi berlama-lama pasangan selingkuh itu memanfaatkan ruang tamu

  • BILA instruktur senam malah kesengsem “palu”-nya Pak Hakim, kacau jadinya. Di kantor Wuryanti, 30, mengajari senam, di kamar malah diajak senam khusus oleh Pak Hakim Darmawan, 36. Gara-gara kasus ini, oknum hakim di PN Demak terancam pecat dari KomisiYudisial kantor penghubung Semarang.

  • GILA juga Pamuji, 42, ini. Lihat anak tiri belakangan tumbuh cantik, menyesalah dia mengawini ibunya. Akhirnya si Mita, 16, ini selaku diganggu. Dari dicabuli sampai mau disetubuhi. Tak tahan perlakuan ayah tiri, Mita lapor Pak Guru. Pihak sekolah meneruskan ke polisi, dan Pamuji pun terancam masuk penjara.

  • USIANYA  sudah kakek-kakek, Mbah Taufik, 65, terancam cerai oleh istrinya, Mbah Lulung, 60. Tak siap bakal menyendiri tanpa teman hidup, kakek dari Salatiga itu jadi stress berat.  Sesuai petunjuk bapak

  • APES benar nasib Pak Guru Wisnu, 55, dari Surabaya ini. Dalam usia kepala lima masih honorer, kapan jadi PNS-nya? Sudah begitu, dalam urusan ranjang di rumah sangat dingin pada istri.

  • JIKA  sedang mabuk, emosi tak bisa dikontrol lagi. Maka beginilah nasib Ny. Ernita, 40, dari Bajawa (NTT). Hanya bercanda suami punya “simpenan”, Domingus, 42, jadi naik pitam dan membelah kepala

  • BAGI Ny. Lilik, 35, dari Bogor ini, naiknya harga BBM dan naik pitamnya suami, sama-sama menyakitkan. Cuma bedanya, naiknya BBM dirasakan semua rakyat kecil, naik darahnya suami hanya dirasakan olehnya. Soalnya, gara-gara selalu dituduh punya WIL, Kadirun, 38, jadi emosi dan main tempeleng semaunya.

  • INI sungguh kekompakan model ayam yang sangat terkutuk. Masak, bapak dan anak gotong royong menggauli ponakan alias anak dari adik sendiri. Padahal ketika orang tua Marisih, 18, bercerai, Kuswendar, 56, mestinya menjaga. Eh malah menggaulinya, dan anak lelakinya pun ikut berpatisipasi.

  • KASIHAN sungguh Ny. Trini, 31, dari Aek Loba, Sumatera Utara ini. Jadi tukang pungut brondolan kelapa sawit, malah ditangkap Satpam perkebunan. Agar tak ditahan polisi, Satpam mengajak “lapan anam” (damai

  • HATI hati kalau ngomong! Meski baru wacana, jika ada niat memperkosa bini tetangga, bisa jadi urusan. Bripka Suryadi, 37, dari Gresik ini contohnya. Mau memperkosa Ny. Sulasmi, 22, baru wacana

  • SEUMUR umur berumahtangga, Johansyah, 52, tidak pernah punya WIL. Tapi gara-gara belakangan tiap bulan defisit anggaran di rumah, istri pun menuduhnya dia punya WIL. Tanpa klarifikasi dan chek and richek, Ny.

  • DARI mana datangnya apes, orang tidak tahu. Seperti Ny. Royani, 30, dari Medan ini misalnya. Hanya karena minta tubuh dilap setelah 3 hari pergi, jadi ketahuan bahwa baru saja selingkuh

  • ANEH  betul jalan pikiran Susanti, 31, dari Surabaya ini. Demi kesetiaannya pada suami yang selalu menuduh selingkuh dengan kekasih lama, dengan tega hati dia menusuk Jazuli, 35, yang tak tahu

  • Selasa, 11 Nov 2014 — 1:58 WIB
    Tirulah Filosofi Suku Baduy

    PERISTIWA demi peristiwa seperti tak ada akhirnya menimpa masyarakat luas di daerah-daerah tertentu. Gunung meletus, kekeringan, banjir bandang, kebakaran hutan silih berganti. Semua itu memakan korban. Dan korbannya kebanyakan rakyat

  • KOALISI damai KIH dan KMP sangat menggembirakan. Tapi koalisi berdamai Kades Kaliputih (Banyumas) dengan Sodikan, 40, warganya, justru bikin warga marah. Soalnya dari situ ketahuan bahwa Pak Kades suka mengganggu

  • MAU jadi pengantin, Handoyo,  21, masih celamitan juga. Mau mencicipi calon istri ditolak, gadis ABG jadi sasaran. Akibatnya sungguh memelas, rencana perkawinan tinggal dua minggu terpasksa batal karena Handoyo ditangkap

  • LAGI-LAGI ada lelaki yang menganggap bini tetangga itu seperti ikan hias. Enak dipandang, tapi kalau kepepet bisa “digoreng” juga. Dan itulah nasib Ny. Warni, 24, dari Ogan Komering Ilir (OKI) Sumsel. Sedang asyik mencuci motor di kali tahu-tahu disergap tetangga dan dinodai dalam semak.

  • SUSAH juga jadi janda cantik, selalu dicurigai kaum ibu. Dan nasib Hermina, 33, sungguh malang. Dituduh mengganggu suami orang, dia dikeroyok ibu dan anaknya. Paling sadis, obeng kembang buah menghajar

  • MESKI jadi ustadz, rupanya Asmawi, 50, masih juga demen berkoalisi dengan setan. Gara-gara istri sedang sakit, dia kebingungan bagaimana harus menyalurkan hasratnya. Akhirnya, dua jemaah di tempat pengajiannya pun dinodai