Thursday, 05 December 2019

Menonton Film Pendek di Bioskop Mandiri

Rabu, 25 Januari 2012 — 18:09 WIB
Produksi-n

HARI Valentine yang jatuh 14 Februari setiap tahunnya selalu disambut hangat oleh pasangan di dunia. Momen khusus seperti tak dapat terlewatkan lagi. Ada bermacam cara merayakan Valentine, dan salah satunya mengajak pasangan menonton film.

Cinta mungkin saja identik dengan film, dan bioskop pun menjadi sebuah alternatif untuk merayakan Valentine. Tetapi, apakah bioskop merupakan satu-satunya tempat untuk mengajak pasangan menonton film? Jawabannya tentu saja tidak.

Ada cara baru untuk merayakan Valentine selain bioskop konvensional. Saat ini hadir Bioskop Mandiri bentukan dari Pabrik Film di sekitar 15 kota di Indonesia. Bioskop Mandiri sendiri merupakan sebutan untuk ruang pemutaran film-film pendek produksi Pabrik Film di 15 kota di tanah air. Dengan mengusung tema Cinta di Balik Layar, Bioskop Mandiri akan memutarkan omnibus Valentine ke kota-kota tersebut yang tersebar di Sumatera, Kalimantan, dan Jawa.

Sebagai tindak lanjut atas antusiasme penggemar film pendek Indonesia yang terinspirasi dari portal Youtube, Pabrik Film telah memproduksi omnibus Valentine yang berisi 3 film pendek karya sutradara muda Indonesia.

Ketiga film tersebut adalah Tetap Sebuah Rahasia karya Pandhu Adjisurya, Bisik dan Jendela karya Edo R. Rahman, dan Beruang Kecil karya Jeihan Angga.

Omnibus ini secara serentak akan diputar pada pekan pertama Valentine di ruang publik, pekan kedua Valentine diroadshow di SMA-SMA, dan pada minggu terakhir Februari diputar pada cafe-cafe sebagai perpanjangan program pemutaran “Cinta di Balik Layar”.

Cinta di Balik Layar sendiri terbentuk atas inisiatif dari 10 anak muda asal Yogyakarta, yang memiliki passion dalam membuat film pendek yang berkualitas.

Pabrik Film, selaku pencetus Bioskop Mandiri, mengungkapkan: “Kami mengamini bahwa sebenarnya yang menjadi permasalahan utama dari film pendek adalah distribusi kepada audiens yang ingin menonton karya mereka.

Maka, tercetuslah ide untuk membuat satu organisasi yang mampu mengakomodasi proses pembuatan film pendek hingga mendistribusikan karya mereka kepada audiens. Ide awal inilah yang akhirnya kami tindaklanjuti sehingga kami membuat satu organisasi bernama Pabrik Film yang kini berdiri atas dua lini, yaitu lini produksi film pendek dan lini menegerial dari apresiasi dan distribusi film tersebut.

Jika dipandang dari sudut akademis, tentunya film pendek merupakan cerminan budaya pop anak muda jaman sekarang yang mengutamakan unsur alternatif dalam cita rasa pembuatan film pendek tersebut. Walaupun memiliki rasa alternatif dalam pembuatan dan unsur ceritanya, tentunya film pendek bisa dinikmati setiap kalangan dan mempunyai potensi yang besar, baik dari segi para pembuatnya maupun audiens atau penontonnya.

Fakta di dapat di portal video seperti Youtube.com, dimana jumlah pembuat film pendek di Indonesia dalam jumlah yang cukup banyak dan hal ini selaras dengan banyaknya pula penonton yang memutar film tersebut. Dari sini kami menyimpulkan bahwa ada peluang yang cukup terbuka untuk mengembangkan film pendek. Untuk menonton sebuah film pendek berdurasi 8 – 10 menit di Youtube memerlukan waktu untuk buffering sekitar 10 – 12 menit, dan waktu yang terbilang “cukup panjang” untuk sekedar menunggu itu dihabiskan oleh ratusan bahkan ribuan orang. Mereka menonton, karena jumlah lembar komentar pun terisi dengan komentar yang beragam.

Dari sinilah, kami semakin yakin bahwa banyak orang yang mencari film pendek, banyak orang yang ingin menonton film pendek”. Dengan demikian, jelas bahwa tujuan “Cinta di Balik Layar” adalah sebagai sarana distribusi dan apresiasi film pendek ke seluruh Indonesia.

Meskipun masih memakai talent lokal untuk mengisi peran dalam setiap filmnya, Pabrik Film tetap berharap mampu memperkenalkan kualitas lokal ke ranah nasional. Hal tersebut juga dilakukan untuk melahirkan bintang baru dalam dunia perfilman tanah air. Semoga hadirnya jaringan Bioskop Mandiri di tanah air dapat menginspirasi sineas baru di Indonesia dan memberikan hiburan alternatif secara berkala bagi penggemar film tanah air.(B)