Monday, 14 October 2019

Sutiyoso Optimis PKPI Lolos Ambang Batas

Minggu, 29 Januari 2012 — 15:40 WIB
Kepala Badan Inteljen Negara (BIN) Sutiyoso

Kepala Badan Inteljen Negara (BIN) Sutiyoso

JAKARTA (Pos Kota) – Nilai ambang batas parlemen Pemilu 2014 (parliamentary threshold atau PT) memang  bikin pusing banyak partai (parpol) gurem, tidak terkecuali Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). Bahkan PKPI bersikap pasrah, realistis dan bersiap gulung tikar jika tidak lolos PT.

“Kemungkinan PT berkisar 4 atau 5 persen. Kita harus realistis, jika tidak lolos PT, seluruh pengurus PKPI di daerah sudah saya katakan untuk apa lagi urus partai,” kata Ketua Umum PKPI, Sutiyoso yang akrab disapa Bang Yos usai syukuran HUT ke-13 PKPI di  Jakarta, Minggu (29/1).

Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, Sutiyoso (kanan) didampingi Ny Rini Sutiyoso (tengah) dan Prof Dr Meutia Hatta (kiri) memotong tumpeng pada syukuran HUT ke-13 PKPI di  Jakarta, Minggu (29/1). (aby)

Tapi Sutiyoso optimis, partainya akan lolos PT 4 persen. Sebab, dari peta di daerah, PKPI optimis menggaet 23 kursi DPR-RI, sebagai syarat membentuk fraksi sendiri. “Kalau kita tidak lolos PT 4-5 persen, berarti kita tidak bisa ikut mengatur negara ini, jadi lebih baik kami mundur saja,” cetus mantan Gubernur DKI jakarta ini.

FOKUS JAWA

Menghadapi Pemilu 2014 mendatang, PKPI akan lebih berkonsentrasi menggarap calon pemilih di Pulau Jawa. Keberhasilan meraih konstituen di Pulau Jawa, diyakini mampu mendorong PKP Indonesia memenuhi ambang batas parlemen baru. “Sebab pemilih di Jawa sangat besar jumlahnya,” Bang Yos.

Menurutnya, pada pemilu sebelumnya PKP Indonesia kurang intensif menggarap calon pemilih di Pulau Jawa. Akibat dari kelengahan tersebut, perolehan suara PKP Indonesia belum berhasil menembus nilai ambang batas parlemen yang ditetapkan.

PENCARI SOLUSI

Dalam orasi politiknya, Sutiyoso juga mengklaim PKPI bukan sebagai parpol tukang kritik, melainkan partai pencari solusi. “Sutiyoso dan PKPI bukan tukang lempar kritik tapi siap memberikan jalan keluar. PKPI bukan masalah Indonesia, tapi bagian dari solusi Indonesia,” tuturnya.

Dia menilai, saat ini bangsa Indonesia tengah dilanda berbagai persoalan yang perlu dicari bersama solusinya. Maraknya konflik, krisis ekonomi dan aspek keamanan menjadi bagian krusial persoalan bangsa ini.

“Tanpa terasa 13 tahun berlalu nama PKP sudah berubah menjadi PKPI, tapi ada satu yang tak pernah berubah, yakni tetap memanggul tekad sama kuatnya mempersatukan Indonesia negeri yang kita cintai. Mari kita isi hari ini dengan rasa syukur, untuk melanjutkan dan menegakkan keadilan itu,” ujar Sutiyoso

Pria yang akrab disapa Bang Yos ini menegaskan, sudah saatnya mengembalikan wibawa bangsa ini di mata internasional, setelah lama terpuruk oleh berbagai persoalan yang melanda. (aby/dms)