Sunday, 17 November 2019

Tim Thomas dan Uber Harus Tetap Optimis

Rabu, 1 Februari 2012 — 19:19 WIB
uber12

JAKARTA (Pos Kota) –Meski tidak berada dalam grup neraka, tapi tim Thomas dan Uber Cup Indonesia bakal menjalani laga berat. Simon Santoso Cs memang dalam grup relative lunak, Singapura, Macau dan India. Tapi selepas itu jika mampu memuncaki di grup B, mereka akan bertemu dengan tim kuat Korea Selatan atau Malaysia. Celakanya lagi, jika lolos dari babak perempatfinal, bentrok dengan musuh bebuyutan dari China.

Sedang tim Uber lebih parah. Berada di grup Y bersama Srilanka, Kazakhstan dan tim momok Thailand yang notabenenya memupus ambisi Adrianti Firdasari di final SEA Games 2011. Tapi jika sanggup menjadi juara grup, tim putri Merah Putih terhindar dari bentrokan melawan China di babak selanjutnya, sekaligus sebagai balas dendam atas kekalahan tim putri Indonesia di final SEA Games 2011 kemarin.

Oleh sebab itu, langkah dan tekad skuad Thomas dan Uber Cup Indonesia harus tegar dan mantap, didukung dengan rasa optimisme yang tinggi.

“Tapi kita wajib memiliki rasa optimisme yang tinggi. Siapapun lawan, baik berat maupun ringan, harus dihadapi dengan perlawanan maksimal. Sekadar gambaran, tim sepakbola Afrika Selatan yang dianggap anak bawang, sanggup mengalahkan Newzeland. Sebelum berlaga, skuad Afsel dibawa manajernya berkunjung ke penjara tempat Nelson Mandela dikurung. Dan itu mampu menyuntik motivasi serta menyatukan tekad bermain maksimal di lapangan. Mereka pun memetik kemenangan tanpa diduga oleh siapapun,” beber Ketum PBSI, Jenderal TNI (purn) Djoko Santoso saat santap bersama di sebuah hotel, Rabu (1/2)

Senada dengan Djoko, Mayjen TNI Ricardo Siagian, Kabag Humas PBSI menegaskan, latihan tim Thomas dan Uber Cup dipusatkan di Pelatnas Cipayung sejak dua bulan lalu. Taufik Hidayat, Tommy Sugiarto, Markis Kido/Hendra Setiawan yang notabenenya berada di luar pelatnas, tetap melakoni latihan di Cipayung dengan membawa pelatih masing-masing.

“Saya tidak ingin mendengar ada istilah atlet non pelatnas. Jelang Thomas dan Uber Cup, coba istilah itu jangan dipakai, sebab kita semua satu, kompak untuk membela nama bangsa dan negara. Rasa kebersamaan itu tertanam setelah melewati latihan bersama di bawah satu atap,” jelas Ricardo pada Pos Kota di waktu yang sama.

Agus Dwi Santoso, pelatih di PBSI juga mengakui, latihan jelang perebutan tiket final Thomas dan Uber Cup ke Wuhan, China, sudah dilakukan dengan sangat baik. “Setiap hari mereka latihan disini. Semua atlet fokus mengikuti instruksi pelatih masing-masing. Mereka semua serius, termasuk tim Uber Cup yang dua tahun lalu bisa menembus semifinal,” kata Agus pada Pos Kota.

Simon Cs sampai kini terlihat menampilkan performa yang prima. “Belum ada keluhan apapun, misalnya sakit atau cidera. Kita wanti-wanti, kalau ada yang merasa ‘aneh’ segera lapor agar ditangani oleh tim medis sedini mungkin,” lanjutnya.

“Kita tetap berpeluang meskipun harus berjuang keras. Semua bisa terjadi, kalah ataupun menang pasti pertarungan akan berlangsung ramai. Anak-anak sudah bertekad untuk lolos dan mereka semangat sekali,” ungkap Yacob Rusdianto, Sekjen PBSI sekaligus wakil manajer tim Thomas dan Uber Cup.

Direncanakan, Rabu (8/2) tim Thomas dan Uber Cup 2012 akan dilepas secara resmi oleh Ketum beserta pengurus PBSI dengan menunaikan ritual cium bendera di markas PBSI Cipayung Jakarta Timur.(ali nurdin/b)
Teks : Piala Thomas dan Uber yang akan diperebutkan

Terbaru

Benny K Harman. (rizal)
Minggu, 17/11/2019 — 23:58 WIB
Demokrat Tolak Amandemen UUD 1945
Lutfi JW. (mia)
Minggu, 17/11/2019 — 22:00 WIB
Bersama Roy Kiyoshi
Ruben Onsu Disarankan Undang Penuduh Pesugihan Makan Siang Bersama