Friday, 15 November 2019

34 Tutup Gorong-gorong Hilang Dalam Setahun

Rabu, 8 Februari 2012 — 1:55 WIB
ilustutup

JAKARTA (Pos Kota) – Sepanjang Februari 2011 hingga Januari 2012, sebanyak 34 tutup gorong-gorong di lima wilayah ibukota hilang dicuri maling. Akibatnya negara mengalami kerugian hingga Rp204 juta.

Perhitungan tersebut didasari dari harga perkilogram baja yang merupakan bahan dasar tutup gorong-gorong tersebut. “Jika perkilogramnya Rp30 ribu kalikan saja dengan berat tutup gorong-gorong tersebut yang memiliki berat 200 kilogram. Artinya setiap tutup dapat dihargai sekitar Rp6 juta,” ungkap Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta, Tarjuki, Selasa (7/2).

Tarjuki menduga pencurian ini dilakukan secara matang. Alasannya tidak mungkin pelaku menganbil barang tersebut dengan menggunakan linggis. Indikasi tersebut didasari dari berat baja mencapai puluhan kilogram. Belum lagi di atas baja itu kami cor. Jadi tidak mungkin manual. Tutup gorong-gorong hanya bisa diangkat dengan mobil derek.

Adapun dari data Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI ke-34 tutup gorong-gorong saluran air yang hilang yakni depan Polda Metro Jaya sebanyak 4 , depan Universitas Atmajaya 2, Jalan Gatot Subroto depan gedung DPR/MPR 1 , Jalan Gatot Subroto, 1 , Jalan Latumenten Kel. Angke 12, Jalan Rasuna Said depan gedung Nyi Ageng Serang 1, Jalan Gatot Subroto depan Kementerian Perindustrian 1 , Jalan Ahmad Yani 1 , Jalan Kramat Bunder 1, Jalan Gatot Subroto depan Rumah Sakit Medistra 1 . Kasus pencurian teranyar terjadi di Jalan Jenderal Sudirman sisi timur sebanyak 8 trotoar dan sisi barat 1 trotoar.

“Semuanya telah kami perbaiki. Pasalnya dengan gorong-gorong yang terbuka dapat membahayakan pengendara yang melintas,” tandasnya.

Lebih lanjut Tarjuki mengaku meski masuk dalam kategori tidak kriminal namun pihaknya kerap kesulitan untuk memprosesnya ke pihak kepolisian. Menyusul minimnya bukti terhadap aksi pencurian ini. Oleh karenanya ke depan, Tarjuki menambahkan tengah mengkaji akan pentingnya pengawasan melalui patroli rutin terhadap infrstruktur yang merupakan aset negara ini.

“Kami akan kerahkan petugas berpakaian preman. Jika perlu kita akan lengkapi dengan kamera. Jika memang kedapatan aksi pencurian maka foto tersebut bisa menjadi bukti,” pungkasnya.

Tidak hanya itu untuk meminimalisir terjadinya pencurian lagi tutup gorong-gorong tersebut akan di las las di dalamnya. Sehingga jadi tidak bisa dicabut dengan menarik begitu saja.(guruh/b)

  • Cutes_12

    Nyolong kok tidak termasuk kriminal ? Aneh …