Saturday, 14 December 2019

17 Pemilik Lahan Tolak Ganti Rugi JORR W-2

Selasa, 14 Februari 2012 — 1:12 WIB
rugi132

KEMBANGAN (Pos Kota) – Tujuh belas pemilik bidang tanah di RW.04 Kelurahan Meruya Utara,Kecamatan Kembangan,Jakarta Barat tetap menolak lahannya digantirugi untuk proyek pembangunan Jakarta Outer Ring Road (JORR) W2 karena dinilai gantiruginya tidak sesuai dari harga pasaran.

Penolakan warga ini dilakukan dengan membentangkan sejumlah spanduk/baliho di lokasi proyek JORR W-2 yang tengah dikerjakan, spanduk yang dibentangkan melalui bamboo bertuliskan “Demi Keadilan Hentikan Pembangunan JORR W-2, Warga RT.001 dan 0017/04 belum dibayar. Warga mendukung pembangunan JORR W-2 tapi kami jangan dimiskinkan dan ditelantarkan. Keadilan adalah Harga Mati,dengankan tuntutan kami, bayar tanah bangunan sesuai permintaan kami. Kami siap bertahan sampai titik darah terakhir.”\

Gantirugi yang ditetapkan pihak apresial dinilai warga lebih rendah dari harga pasaran.Tanah warga sudah ditawar Rp 3 juta/M2, tapi pihak apresial hanya menetapkan gantirugi sekitar Rp 1,4 juta sampai Rp 1,7 juta/M2. Dan pihak apresial dinilai tidak memahami penetapan gantirugi karena dasar penetapan gantirugi atas pertimbangannya tidak bisa dijelaskan.

DILIMPAHKAN KETINGKAT PROVINSI

Lurah Meruya Utara, Musa Mansur yang dihubungi Senin sore, menjelaskan pihaknya bersama Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Jakarta Barat dan Bina Marga sudah beberapa kali mengadakan musyawarah, namun tidak ada titik temu.”Maka Bina Marga menunjuk pihak apreisal untuk menentukan gantirugi. Tapi juga tidak ada kesepahaman.”jelasnya.

Diakui, warga pernah meninggalkan forum musyawarah karena ketidak jelasan penetapan gantirugi yang ditentukan pihak apresial..”P2T tingkat wilayah bersama dengan P2T tingkat kota Jakarta Barat dan Bina Marga akan mmusyawarahkan kembali. Jika tidak ada titik temu juga akan dilimpahkan ke P2T tingkat provinsi DKI Jakarta. Kami berharap ada titik temu dan tidak ada pihak yang merasa dirugikan.”tutur Musa Mansur.

JORRW-2 yang tengah dibangun di Jakarta Barat, sepanjang 3,4 Km khusus untuk wilayah Jakarta Barat meliputi 3 wilayah kelurahan Meruya Utara-Meruya Selatan dan Joglo sepanjang 3,4 KM.

Bidang tanah yang terkena proyek ini di Meruya Utara 119 bidang, terdiri milik warga 87 bidang selebihnya 24 bidang milik Pemda. Sedang yang sudah dibebaskan 56 bidang gantiruginya Rp 35 miliar lebih, 14 bidang menolak gantirugi sdan akan dikonsinyasi ke pengedilan.

Di Meruya Selatan 142 bidang, 84 bidang milik warga, 73 bidang sudah dibebaskan Rp 56 miliar lebih, 3 dikonsinyasi, 1 proses pembayaran, Dan di Joglo ada 62 bidang, 21 bidang milik warga, 18 bidang sudah dibebaskan Rp 19 miliar lebih, 3 bidang proses pembayaran. Selebihnya dalam proses hukum dipengadilan karena uang konsinyasi yang dititipkan di Pengadilan Negeri ternyata sudah diambil PT.CI tanpa sepengetahuan Pemprov DKI Jakarta yang mengklaim lahan itu merupakan Fasos dan Fasum sebagai asset Pemprov DKI. (herman/b).