Monday, 21 October 2019

Penyelewengan Dana PNPM Capai Rp 1 M

Rabu, 15 Februari 2012 — 19:32 WIB
Plh Kasi Pidsus Kejari Cibadak, Haerudin-n

SUKABUMI (Pos Kota) – Proses penyelidikan  kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat  (PNPM) di Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi menemukan titik terang.

Diindikasikan penyelewengan dana PNPM mulai 2007 hingga 2011  sebesar Rp700 juta sampai Rp 1 miliar lebih dari total anggaran Rp10,3 miliar.

Plh Kepala Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Cibadak, Haerudin mengakui sudah memeriksa sekitar 20 saksi lebih dalam penyelidikan kasus PNPM di Kecamatan Caringin. Umumnya, kata Haerudin, pengakuan dari para saksi memang ada dugaan penyelewengan anggaran.

“Pengakuan dari saksi para saksi, termasuk sembilan kepala desa dan panitia PNPM memang ada beberapa program yang kepanitiannya tidak berjalan. Namun alokasi anggaran tetap dikucurkan,” kata Haerudin kepada Pos Kota, Rabu (15/2) siang.

Hanya saja, Haerudin belum bisa memastikan status pengusutan PNPM akan naik ke tahapan penyidikan. Menurut Haerudin, pihaknya masih mematangkan data dan akan meminta keterangan saksi lainnya.

“Termasuk calon tersangka, sejauh ini masih tahap penyelidikan. Untuk keterangan saksi dan data sudah hampir selesai. Untuk penetapan tersangka nanti setelah naik ke penyidikan,” tegasnya.

Dugaan penyelewengan dana PNPM bukan hanya terjadi di Kecamatan Caringin. Di Kabupaten Sukabumi pada 2011 ada enam kecamatan program PNPM yang dihentikan. Dasar penghentian tersebut setelah mencuatnya indikasi penyelewengan hasil evaluasi Bank Dunia.

Ke enam kecamatan itu antara lain Caringin, Cikakak, Jampang Tengah, Cisolok, Cikidang, dan Kebon Pedes. (sule/dms)

Plh Kasi Pidsus Kejari Cibadak, Haerudin. Foto: sule