Monday, 09 December 2019

TPST Bantargebang Sudah Hasilkan Listrik

Rabu, 15 Februari 2012 — 15:50 WIB
TPST

BEKASI (Pos Kota) – Lokasi Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, sudah menghasilkan listrik. Produksi listrik dari gas metan sampah sebesar 7 megawatt (MW)  telah disalurkan ke travo listrik Jawa-Bali.

Kapasitas produksi listrik sampah seluruhnya ditargetkan mencapai 26 MW, dengan cara menyedot gas dari tumpukan sampah disalurkan ke power plant atau gas engine untuk pembakaran menjadi energi  listrik.

Juru bicara PT Godang Tua Jaya Batara Erwin Sinaga, mengatakan kapasitas produksi listrik akan terus ditingkatkan. Saat ini pengelola teknis power plant, yakni, PT Godang Tua Jaya dan PT Navigat Organic Energy Indonesia baru memilik tujuh gas engine dengan kapasitas masing-masing engine sekitar 1 MW.

“Kami masih memesan gas engine tambahan dari Jerman untuk menambah kapasitas produksi. Harga setiap gas engine miliaran rupiah,” kata SInaga.

Luas kawasan TPST Bantargebang awalnya 110 hektar, kemudian ditambah 10,5 hektar sehingga total area 125 hektar. Tambahan lahan baru yang berlokasi di Kelurahan Ciketing Udik itu digunakan untuk fasilitas penunjang, seperti membangun bak besar untuk penampungan sampah setinggi 15 meter dan lebar 15 meter.

Menurut Sinaga, fungsi bak raksasa untuk menampung sampah organik supaya gas metannya mudah dikumpulkan dan disalurkan ke gas engine menjadi listrik.

Nantinya, konsep pengelolaan sampah tak sepenuhnya sanitary landflill dengan dibuang ke zona sampah yang mulai penuh. Sampah yang masuk ke Bantargebang dipilah terlebih dulu, sampah organik dari 151 pasar di DKI Jakarta masuk ke bak besar, dan sampah non organik dibuang ke zona sampah. “Yang ada gas metannya hanya sampah organik,” katanya.

Sampah yang telah diambil gasnya, selanjutnya diolah menjadi kompos. kapasitas sekitar 20 ton per hari.

“Dengan pengelolaan semacam itu usia pemakaian TPST Bantargebang menjadi 15 tahun,” katanya. (Dieni/dms)