Tuesday, 19 November 2019

Warga Keluhkan Sampah di Pasar Bantargebang

Kamis, 23 Februari 2012 — 18:29 WIB
pag232

BEKASI (Pos Kota) – Sampah bekas pedagang dan pembeli di Pasar Bantargebang, Kota Bekasi, dikeluhkan pengunjung pasar. Pasalnya, selain mengotori lingkungan pasar, bau busuk dari sampah juga mengganggu aktivitas kegiatan di dalam dan luar pasar.

Pengunjung terpaksa harus menutup hidung. Belum lagi bila hujan turun, air sampah mengalir di parkiran hingga ke lorong pasar.

“Saya bingung kenapa sekarang kondisi Kota Bekasi seperti di pasar-pasar khususnya Pasar Bantargebang kotor sekali dan sampah menumpuk di mana-mana,” kata May, warga Cikiwul, Kamis (23/2).

Warga berharap kebersihan pasar terjaga. “Jangan hanya karena ada tim penilai Adipura saja kota Bekasi jadi bersih. Tapi kalau nggak ada tim penilai, kotornya kembali. Untuk di pasar Bantargebang malah parah karena tidak ada tempat sampah, jadi pedagang dan pembeli membuang seenaknya,” kata Tiyo, warga lainnya.

Kabid Kebersihan dan Ketertiban Dispera Kota Bekasi Hendry M Samosir mengungkapkan untuk sampah yang berada radius 200 meter dari pasar menjadi tanggungjawab pengelola pasar. “Jika di Pasar Bantargebang banyak sampah dari pembeli dan pedagang, masih berada 200 meter dari lokasi pasar, menjadi kewajiban pengelola pasar untuk membuangnya,” katanya.

Pihaknya juga segera koordinasikan dengan pihak Pasar Bantargebang untuk menangani sampah di lokasi itu. “Terutama sampah yang menumpuk di belakang pasar,” katanya.

Kepala Dinas Kebersihan Kota Bekasi Junaedi mengatakan tidak benar pengelola pasar hanya bertanggungjawab pada sampah yang di dalam radius 200 meter dari lokasi pasar. “Harus dilihat dulu asal sampahnya dari mana. Jika memang dari sampah pasar namun kemudian dibuang ke tempat pembuangan sampah di luar pasar, dilarang karena pasar sudah punya kewajiban sendiri mengelola sampahnya,” tegas Junaedi. (Dieni/b)

Teks : Ilutrasi sampah buangan