Monday, 09 December 2019

Panen Perdana, Harga Gabah Langsung Nyungsep

Kamis, 1 Maret 2012 — 20:52 WIB
ilus panen ganti

INDRAMAYU (Pos Kota) – Panen padi perdana musim tanam kali ini di Indramayu, Jawa Barat dampaknya mempengaruhi harga jual gabah di tingkat petani. Harga gabah yang semula melambung setelah panen perdana langsung nyungsep alias turun drastis.

Sebelum panen padi perdana berlangsung di Indramayu, kata salah seorang petani Yadi, 54 harga jual gabah di tingkat petani itu terbilang cukup tinggi mencapai Rp5.100 per kilogram untuk kualitas Gabah Kering Giling.

Kini setelah petani mulai menikmati masa panen padi perdana, harga gabah kualitas gabah kering panen para petani itu hanya laku dijual ke tengkulak sebesar Rp4.200 per Kg.

Bahkan, untuk gabah gantungan atau gabah hasil upah penderep, harga jualnya semakin jatuh lagi. Tengkulak hanya berani membelinya seharga Rp3.500 per Kg. Perbedaan gabah gantungan dengan gabah petani hanya pada jumlah gabah yang dijual. Kalau gabah gantungan biasanya dijual buruh tani atau penderep yang jumlahnya dibawah 1 ton. Sedangkan gabah pemilik sawah biasanya dijual lebih dari 1 ton.

Yadi mengemukakan, harga gabah menjelang panen raya itu diperkirakan akan terus merosot. Hal itu seiring makin ramai atau makin bertambah luasnya areal tanaman padi yang dipanen petani.

“Kami perkirakan pada saat panen raya nanti yang akan berlangsung pada bulan April 2012 harga gabah itu akan semakin turun lagi. Mungkin harga gabah itu bukan Rp4.200 per Kg. Tapi bisa lebih rendah lagi. Harga gabah petani bisa dibawah Rp4.000 per Kg,” katanya.

Sebelum harga gabah itu menukik lebih tajam lagi para petani berharap agar Kantor Sub Dolog Divre Indramayu cepat tanggap melakukan pembelian gabah. Hal ini dilakukan untuk menolong para petani agar harga gabah tidak jatuh ke titik terendah. Sehingga kerugian yang bakal ditanggung para petani selaku produsen gabah atau beras dapat diatasi lebih awal.(taryani/b).-