Wednesday, 16 October 2019

Bupati Gigit Sendal, Warga Subang Mengaku Malu

Rabu, 7 Maret 2012 — 1:49 WIB
ilusbupati

SUBANG (Pos Kota) – Sejak kemarin, masyarakat Kab Subang, Jawa Barat, ramai memperbincangkan aksi treatrikal Bupatinya, Eep Hidayat yang menggigit sandal japit di pintu gerbang MA, Jakarta.

“Sungguh memalukan,” ujar Yaya Sudarya, Ketua Puskodak (Pusat Kajian Otonomi Daerah) Subang dihubungi Pos Kota, Selasa (6/2) siang.

Bagaimana tidak, kata Yaya, aksi teatrikal Bupati Subang non aktif Eep Hidayat di pintu gerbang Kantor MA Jakarta dengan menggigit sandal jepit sama halnya mempermalukan rakyat Subang.

” Bagaimana pun juga dia itu (Eep) kepala daerah di Subang, tentunya dia harus bisa menjaga segala prilakunya. Sikapnya menjadi bahan olok-olokan banyak pihak, tentunya saya sebagai warganya menjadi malu,” tandasnya.

Diakuinya, pasca Eep mempertontonkan ‘akrobatik’ tak terpuji di Gedung MA masyarakat di Subang kini ramai memperbincangkan bupatinya tersebut. Umumnya mereka menyayangkan sikap Eep yang bertindak tanpa berpikir panjang, terutama masyarakat Subang yang saat itu memilih Eep jadi Bupati. ” Jelas dong, aksi Eep mempermalukan kami. Dalam banyak laman di dunia maya pun banyak mencela aksi Eep. Kami sebagai warga tentunya sangat malu,” ucapnya.

Untuk itu, Yaya meminta penyidik Kejati segera mengeksekusi Eep Hidayat dengan menjebloskan ke penjara. “Supaya Eep tak lagi banyak bertingkah seperti aksi menggigit sendal di MA kemarin. Hemat kami, segera Eep dieksekusi karena memori putusan MA sudah diterima Kejati,” tegasnya.

Di tempat terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Subang Rahmat Solihin menyatakan, pihaknya tak memiliki kewenangan menilai bosnya saat menggelar teatrikal tunggal di MA. ” Saya tak berhak menilai aksi teatrikal Pak Eep di MA. Yang saya tahu, aksi Pak Eep di MA kemarin itu bukan mengatasnamakan lembaga tetapi pribadi selaku Ketua DPC PDIP Subang,” ungkap Solihin dihubungi Pos Kota, Selasa siang.

Sekda Solihin meyakinkan, roda pemerintahan di Pemkab Subang tetap berjalan normal dan samasekali tak terpengaruh atas turunnya putusan MA. ” Yang terpenting bagi kami, roda pemerintahan di Subang harus tetap berjalan. Pelayanan ke masyarakat diutamakan,” tegasnya.

Solihin menepis, pasca turunnya putusan MA memvonis Eep Hidayat 5 tahun penjara, roda pemerintah di Subang terhenti. ” Sama sekali tidak benar. Kami pastikan pelayanan pemerintahan tetap jalan. Tak ada mobilisasi PNS untuk mogok sampai pemblokiran jalan. Itu semua tidak benar. Pak Eep melakoni aksinya ‘one man show’,” kelit Solihin. (dadan/b)