Thursday, 12 December 2019

Polisi Mudah Bekuk Pembunuh Bayaran

Rabu, 7 Maret 2012 — 23:59 WIB
iluspolisi

BANDUNG (Pos Kota) – Polisi Republik Indonesia (Polri) mendapat tantangan. Pembunuh bayaran menawarkan jasa melalui dunia maya, kian marak. Kapolri Jenderal Timur Pradopo tidak tinggal diam. Ia mengintruksikan, bongkar blog pembunuh bayaran dan tangkap pelakunya.

Penawar jasa menghabisi nyawa itu tidak menyebutkan berapa harga satu kepala manusia. Hanya saja, tarif membunuh artis, cukong, dan tokoh tekenal berbeda dengan membantai orang biasa. Sedangkan uang jasa membunuh, bisa dibayar tunai atau ditransfer melalui rekening bank.

Iklan yang menawarkan jasa membunuh di dunia maya itu umumnya dilakukan melalui jasa layanan blog tak berbayar alias gratis. Pemilik blog mencantumkan alamat email untuk klien yang berminat. Mereka juga menjanjikan kerahasiaan dan mengaku mengerti akan resiko yang dihadapi.

Sebuah blog beralamat www.hitmanindonesia.wordpress.com juga terang-terangan beriklan menyewakan jasa pembunuh bayaran yang profesional, terlatih dan terpercaya. Bahkan, dalam postingan 10 Oktober 2008, ia mengklaim aksinya mendapat dukungan orang dalam di militer dan kepolisian. Sejauh ini, ia hanya menyanggupi order untuk warga Bandung.

Pemilik akun memasang tarif berbeda, tergantung sasaran dan tingkat kesulitan menghapus jejak. Ia memberi contoh, untuk menghabisi nyawa seorang walikota akan berbeda dengan membunuh pedagang alat elektronik keturunan Tionghoa. Seremnya, pemilik blog mengancam akan membunuh klien yang hanya bermain-main.

Blog lainnya, www.pembunuh-bayaran.blogspot.com menampilkan gambar senjata FN pada bagian atas. Ada enam postingan yang ditulis pada September 2011. Mengaku menjadi orang bayaran untuk membunuh sejak tiga tahun lalu, ia menceritakan aksi pertama dilakukan pada 23 Mei 2009. Korbannya adalah seorang karyawan bank swasta di Bandung. Pembunuhan dilakukan setelah ia menerima foto, alamat dan uang Rp5 juta. Kliennya adalah seorang suami yang dikhianiati istri dan, “meminta saya mengeliminasi laki-laki selingkuhan istrinya,” tulisnya.

Dalam blog itu, ia juga menegaskan tak meninggalkan kontak apapun. Sebaliknya, untuk yang menggunakan jasanya, ia minta untuk tidak menghubunginya. Sebaliknkya, ia yang akan menghubungi klien. “Yang jelas, target Anda selesai. Itu saja,” tulisnya dalam iklan layanan pembunuh bayaran .

Untuk menarik perhatian, si pembunuh itu menjelaskan, pada 9 Juni 2009 ia mendapat order membunuh di Banjarmasin. Persaingan bisnis membuatnya mengeksekusi seorang di sebuah klub malam dengan cara memasukkan racun ke minumannya. “Tak akan ada yang menyangka soal racun. Yang ada di benak mereka pasti target itu over dosis,” tulisnya pada 23 September 2011.

TAWARKAN PENCULIKAN

Iklan menghabisi nyawa orang juga dilakukan blog beralamat www.sewapembunuh.wordpress.com. Hanya ada satu postingan yang dibuat pada 28 Agustus 2011. Pemilik blog gratisan ini menawarkan metode menghabisi nyawa tergantung keinginan klien. Ia berjanji merespon dalam 24 jam setelah order masuk.

Pemilik blog membagi targetnya menjadi empat golongan, yakni pejabat, artis, pengusaha dan sipil. Selain menghabisi seseorang, ia juga menawarkan jasa penculikan.

Sementara itu, di situs jejaring sosial facebook, akun dengan nama pembunuh bayaran juga bertebaran. Satu akun bergambar profil seorang pria berkaos biru dengan tagan diborgol dan kepala berkupluk, tampak menunduk digelandang pria berbaju loreng bersenjata laras panjang. Meski tak ada tawaran untuk menawarkan jasa membunuh, sejumlah satus mengarah pada tindakan itu, misalnya ‘sangat perofesional’. Status lain umumnya berupa makian pada seseorang yang dianggap pantas mati..

PELANGGARAN HUKUM
Diberitakan sebelumnya, menanggapi maraknya pembunuh bayaran, Kapolri Jenderal Pol Drs Timur Pradopo menegaskan, pihaknya memerintahkan seluruh jajarannya mengusut iklan yang menawarkan jasa membunuh. “Saya tegaskan, itu adalah bentuk pelanggaran hukum. Saya minta supaya ditindak tegas,” ujar Kapolri usai dinobatkan sebagai warga kehormatan Korps Pasukan Khas TNI-AU di Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/3).

Menurut Kapolri, Mabes Polri akan melakukan penyelidikan dan mengambil langkah tegas bila iklan pembunuh bayaran terbukti benar. “Saya menilai, sangat meresahkan dan harus ditindak sesuai hukum yang berlaku,” kata Kapolri.

Sedangkan pakar teknologi informasi Jeffry Suryadinata mengatakan, dengan kemampuan yang dimiliki Polri, pengungkapan kejahatan di dunia maya bisa dilakukan. “Itu bukan hal sulit dilakukan Polri karena tenaga yang mengerti teknologi informasi yang dimiliki Polri lumayan tinggi,” ujarnya.

Kemajuan pesat telematika, sambungnya, memberi kesempatan siapa saja untuk melakukan berbagai aktivitas di dalamnya. Tak terkecuali penawaran jasa pembunuh bayaran. Tanpa filter, dunia maya bisa disalahgunakan dengan leluasa.

“Peran filter sebenarnya bisa dilakukan provider sehingga bentuk kejahatan di dunia maya dapat diproteksi,” katanya. Ia juga menilai, pembenahan aturan Undang-Undang Telematika menjadi hal penting untuk bisa menjerat pelaku kejahatan dunia maya. (edi/deny/adin/dono/b)

  • http://www.facebook.com/people/Ricky-Arifa/100003631861029 Ricky Arifa

    waduh gimana kapolri cepet bertindak donk….
    indonesia semakin sadis…
    jangan biarkan aparat polri makan gaji buta cuma nongkrong2 di pos dan kantor…..

  • Paijonotokusumo

    berikanlah rasa aman bagi rakyat kecil, agar dapat bekerja dengan semestinya tanpa ada rasa takut.