Monday, 21 October 2019

Cuaca Buruk, Truk Ngantre di Merak

Jumat, 9 Maret 2012 — 6:45 WIB
Cuaca Buruk, Truk Ngantre di Merak

MERAK (Pos Kota) – Cuaca buruk disertai gelombang tinggi menerjang perairan Selat Sunda. Akibatnya ribuan kendaraan truk pengangkut barang yang akan menyeberang ke Pelabuhan Bakauheuni, Lampung, ngantri di Pelabuhan Penyeberangan Merak, Kota Cilegon. Antrian truk yang terjadi sejak Rabu (7/3) malam ini sempat mengular ke luar areal pelabuhan.

Kepala ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak, La Mane mengatakan penumpukan kendaraan truk di Pelabuhan Merak terjadi bukan hanya disebabkan terjadi cuaca buruk dan gelombang tinggi, melainkan juga adanya peningkatan distribusi barang ke Pulau Sumatera setiap menghadapi akhir pekan.

“Menjelang akhir pekan, distribusi barang ke Sumatera selalu meningkat. Secara kebetulan cuaca sekarang ini memang tidak bersahabat sehingga kendaraan harus menunggu karena kapal-kapal kesulitan sandar,” terang La Mane, dikonfirmasi Pos Kota, Kamis (8/3).

La Mane juga mengatakan akibat gelombang tinggi pihaknya terpaksa menutup dermaga 4 dan 5. Sebab, untuk dermaga 4 dan 5 gelombangnya sangat tinggi dikarenakan kedua dermaga ini berhadapan langsung dengan laut lepas. “Demi keselamatan penumpang, operasional dermaga 4 dan 5 terpaksa kita hentikan. Di dermaga ini juga kapal-kapal kesulitan sandar,” kata La Mane.

La Mane menambahkan, dengan dihentikannya aktifitas di dermaga 4 dan 5 tentunya mempengaruhi pelayanan pelayaran Pelabuhan Merak-Bakauheuni. “Jumlah trip juga tidak bisa maksimal. Kalau biasanya mencapai 95 trip, saat ini kurang dari 70 trip, karena kapal yang beroperasi hanya 19 kapal. Padahal biasanya kapal yang dioperasikan normal 28 unit,” terangnya.

Terkait gelombang tinggi ini, La Mane mengatakan pihaknya tetap berkordinasi terus dengan pihak Kantor BMKG Serang. “Kita melakukan ini, karena berdasarkan informasi dari BMKG bahwa tinggi ombak di wilayah laut bagian selatan mencapai 4 hingga 6 meter. Sedangkan di perairan Selat Sunda mencapai hingga 3 meter. Kecepatan angin di wilayah Merak juga mencapai 25 knot atau sama dengan 50 kilometer per jam,” kata La Mane.

(haryono/sir)