Friday, 06 December 2019

Tidak Punya Uang, Mau Melahirkan Ditolak Rumah Sakit

Sabtu, 10 Maret 2012 — 15:58 WIB
oom

BOGOR (Pos Kota) – Seorang ibu yang hendak melahirkan, ditolak sejumlah rumah sakit di Bogor. Penolakan ini, diduga terkait karena tidak mampu menyediakan dana sebesar Rp6 juta yang diminta pihak manajemen rumah sakit.

Oom bin Romlah 35, warga Kampung Ciheuleut RT 2/6 Kelurahan Tegallega Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor yang berputar-putar dari satu rumah sakit ke rumah sakit berikutnya lalu menggalami pecah ketuban.

Setelah berputar selama satu malam mencari rumah sakit yang bersedia memberinya pertolongan, Nuraida yang berlokasi di Jalan Bangbarung Kecamatan Tegal Gundil Bogor Utara.

 

 

 

 

 

 

 

Oom akhirnya melahirkan bayi laki-laki dengan sempurna sekitar pukul 08.00 pagi. Bayi mungil dengan rambut agak panjang ikal yang belum diberi nama ini, lahir dengan berat badan 2,9 Kg dan panjang 48 Cm.

Data yang dihimpun, Oom yang tengah hamil tua anak keduanya ini sejak semalam mulai mengalami mulas. Oleh keluarga, ia lalu dibawa ke rumah sakit untuk proses persalinan. Namun saat hendak dibawa ke RS BMC, keluarga diminta menyediakan dana Rp 6,5juta.

Keluarga yang tidak memiliki dana sebesar itu, lalu menghubungi RS FMC di Jalan Raya Bogor-Jakarta. Namun oleh resepsionis, dijawab tidak ada tempat. Keluarga Oom lalu membawa ke RS Islam. Namun untuk kesekian kalinya, anggaran dan alasan kamar penuh, menjadi dasar rumah sakit menolak korban.

Keluarga sekitar pukul 20.30 membawa Oom ke RSU PMI Bogor. Korban yang saat itu sudah menahan rasa sakit, lagi-lagi ditolak dengan alasan kamar penuh. Oom hanya diberi obat penenang untuk menurunkan tensi darahnya yang sedang meninggi.

“Saya hanya butuh bantuan medis saja, karena yang mau diselamatkan ini dua nyawa. Tapi apa daya, jawaban rumah sakit seperti itu. Saya tidak menuntut dan juga tidak dendam. Beruntung anak saya ditolong oleh dokter Lukman yang dermawan. Kami masuk dan hingga melahirkan, dokter tidak tanya kapan bayar. Saya doakan semoga dokter Lukman diberkati,” kata A.H Hasan, ibu korban di Rumah Bersalin Nuraida Sabtu (10/3) siang.

Sementara bidan Syafnidar, bidan di Puskesmas Bogor Tengah menuturkan, ia merujuk Oom ke rumah sakit, karena pihaknya tidak memiliki alat yang lengkap. Namun Oom ditolak dan akhirnya melahirkan anaknya dengan sempurna, atas peran Dr Lukman. (yopi)

  • Anonymous

    inilah oknum yang tidak mempunyai kemanusiaan
    ……..!!!!

  • zeiza

    trimakasih dok yg dermawan….!!!!

  • Anonymous

    Terima kasih Dr.Lukman telah membantu persalinan sehingga ibu dan bayinya terselamatkan.Untuk RS yang menolak menolongnya, semoga bisnis kesehatan anda hancur. Pemerintah kemana ya..

  • herry

    sabar ya bu..

  • haryono ngupoyoswargo

    memang rakyat miskin masih jadi korban.