Friday, 06 December 2019

Liburan, Jalur Pantura Macet Parah

Jumat, 23 Maret 2012 — 19:08 WIB
pantura-sub

INDRAMAYU (Pos Kota) – Macet di Jalur Pantura Indramayu, Jum’at (23/3) sore pukul 17:10 WIB makin parah. Antrian kendaraan dari arah Cirebon menuju Jakarta mengular cukup panjang.

Berbagai jenis kendaraan yang semula melaju normal sudah mulai menurunkan kecepatan dan bergerak perlahan karena  terjebak kemacetan mulai dari Jalur Pantura  Desa Ilir sampai ke titik macet yaitu Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur yang panjangnya mencapai sekitar 4 Km.

Penyebab kemacetan karena adanya lonjakan jumlah kendaraan saat libur Hari Raya Nyepi dan adanya pengalihan arus lalu-lintas kendaraan menjadi satu jalur yang saling berlawanan arah. Pengalihan arus lalu-lintas itu dilakukan  karena kontraktor sedang mengerjakan perbaikan jalan yang biasa dilalui kendaraan dari arah  Cirebon menuju Jakarta.

Perbaikan jalan di Desa Eretan Wetan dan Eretan Kulon itu memusingkan warga. Pasalnya, jalan yang sekarang rusak parah dan  diperbaiki itu adalah jalan yang pada 3 bulan sebelumnya baru selesai diperbaiki dengan mengerahkan berbagai alat berat keluaran terbaru.

Ketika perbaikan jalan di lokasi macet itu dilakukan pada Desember 2011 warga sempat merasa yakin. Jika kualitas perbaikan jalan yang menggunakan alat berat cukup lengkap itu bisa lebih baik lagi.

Ternyata,  dugaan warga itu meleset. Ruas jalan yang baru diperbaiki dan dipergunakan sekitar 3 bulan terakhir itu konsisinya sudah rusak parah. “Kondisi jalan yang baru selesai dipewrbaiki sekitar 3 bulan silam itu bergelombang dan berlubang. Uang rakyat seakan terbuang percuma,” ujar Sudir, 51 warga Kecamatan Anjatan.

Pemantauan Pos Kota, macet tak hanya menimpa Jalur Pantura di Indramayu, tepatnya di sekitar perbaikan jalan di Desa Eretan Wetan dan Eretan Kulon,  Kecamatan Kandanghaur. Jalur Pantura di Kabupaten Subang, tepatnya di Desa Mandalawangi, Kecamatan Sukasari pun sama-sama macet.

Penyebab macet selain meningkatnya jumlah volume kendaraan pada Hari Raya Nyepi yang jatuh pada hari Jumat (23/3) juga adanya pengalihan arus kendaraan menjadi satu lajur yang saling berlawanan arah. Perbaikan jalan di lokasi itu dilakukan dengan konstruksi jalan beton.

Badan jalan berkonstruksi beton itu memerlukan tenggang  waktu sekiar 21 hari sebelum digunakan. Selama menunggu waktu pembuatan konstruksi jalan beton itu arus lalu-lintas tersendat dan macet.

(taryani/sir)

 

Foto-Ilustrasi