Sunday, 17 November 2019

Mobil Listrik Bakal Ngacir Duluan

Selasa, 27 Maret 2012 — 9:58 WIB
dahlan

MOBIL listrik tampaknya akan lebih dulu siap ngacir di jalanan sebagai andalan baru Indonesia. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pernah mengungkapkan hal itu di Kantor Presiden.

Presiden berkeinginan mobil motor listrik ini menjadi target strategis. “Semoga dalam waktu dekat, dua bulan bisa dibuat jadwal. Rencana ini juga mendapat dukungan para rektor yang menyampaikan hasil karya para mahasiswa di perguruan tinggi masing-masing ,” kata Presiden beberapa waktu lalu.

Keinginan Presiden adalah membuat mobil motor listrik sebagai sarana transportasi yang efisien dan ramah lingkungan. Sejumlah menteri serta lembaga penelitian pengembangan sudah melakukan penelitian, pengembangan dan inovasi hingga Indonesia bisa memproduksi mobil ramah lingkungan.

Menteri Negara BUMN, Dahlan Iskan, mengungkap banyaknya dukungan positif berbagai kalangan mengenai rencana memroduksi mobil elektrik. “Konon rencana ini disambut positif rakyat,” katanya.

Saat ini, kata Dahlan, pemerintah sedang mempersiapkan proyek pembuatan mobil nasional bertenaga listrik. “Saya ingin BUMN dapat melahirkan mobil nasional tanpa BBM tapi dengan listrik,” katanya.

MINIMALISIR BBM

Tujuan pembuatan mobil listrik nasional tersebut agar dapat meminimalisir penggunaan BBM di tengah menurunnya produksi minyak bumi. “Harus ada terobosan-terobosan. Kalau tidak akan heboh terus soal BBM seperti yang terjadi saat ini. Jumlah penduduk semakin banyak, sedangkan minyak bumi semakin langka.”

Untuk mempercepat realisasinya, pemerintah akan melibatkan para ahli otomotif di seluruh Indonesia. “Saat ini banyak ahli otomotif di tanah air dengan konsep mobil nasional,” katanya.

Dahlan mematok, seleksi pengajuan model mobnas listrik dari para ahli tersebut dilakukan pada April 2012. Langkah ini disesuaikan dengan akan diberlakukannya kebijakan baru pemerintah soal harga BBM. “Pada 21 April kita sudah memulai membuka pendaftaran model mobnas listrik lewat email.”

Pada tahap awal, menurut Dahlan Iskan, biaya investasi yang disediakan dari anggaran sebesar Rp5 triliun. “Angkanya memang besar,  tetapi itu lebih baik dari pada terus-terusan habis triliunan rupiah untuk subsidi BBM.”

Dari tehnologi mobil listrik, lanjut Dahlan, semua sudah siap, karena Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sudah sejak lama mengembangkan terhnologi ini.

“Tinggal masalah body saja, dan itu bisa diatasi dengan mengadopsi body milik SMK Solo yang sudah siap,” katanya. “Artinya kita sudah siap, tinggal minta izin saja ke Pak Muhamad Nuh, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.”

(untung/o)

  • dr. K. Haryo Wibowo, FS

    Bila ingin mobil listrik di produksi & digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, baik mobol pribadi & mobil kendaraan umum, hendaknya sarana & prasarana juga harus tersedia secara mumpuni supaya nanti pengguna mobil listrik ini dapat terlayani secara adekuat untuk mengisi listrik, umpamanya di tempat-tempat strategis (mal, SPBU, terminal, di setiap lokasi perparkiran, dll), pemerintah harusnya jangan lagi menunda-nunda kebijakan ini seperti kenyataannya kini harga BBM naik, yang seharusnya kita bisa gunakan sumber energi lain seperti BBG, namun sarana untuk berjalannya penggunaan BBG tidak dibuat secara memadai, mudah-mudahan kebodohan pemerintah yang semacam ini tidak diulangi lagi.

Terbaru

Benny K Harman. (rizal)
Minggu, 17/11/2019 — 23:58 WIB
Demokrat Tolak Amandemen UUD 1945
Lutfi JW. (mia)
Minggu, 17/11/2019 — 22:00 WIB
Bersama Roy Kiyoshi
Ruben Onsu Disarankan Undang Penuduh Pesugihan Makan Siang Bersama