Tuesday, 22 October 2019

Saluran Air Mampet, Jalan Fatmawati Tergenang

Kamis, 29 Maret 2012 — 23:29 WIB
fatma293

CILANDAK (Pos Kota) – Pengendara yang melintas di Jl. Raya RS Fatmawati menilai Suku Dinas (Sudin) PU Tata Air Jaksel tutup mata dengan kondisi saluran air di jalan tersebut. Pasalnya, hujan sekitar satu jam kondisi badan jalan langsung tergenang setinggi 30 Cm akibat air tak mengalir lancar.

“Kondisi badan jalan ini kerap banjir atau tergenang dari luapan saluran air yang ada di kanan dan kiri Jl. Raya RS Fatmawati tepatnya di depan Yayasan Pendidikan Subud,” kata Ny. Tini, warga Kel. Cilandak Barat, Cilandak, Kamis (29/3).

Menurut dia, luapan atau banjir lokal yang terjadi di wilayah itu tak lepas dari kondisi saluran air yang buruk atau tak berfungsi sama sekali. “Hujan yang terjadi Kamis (29/3) sekitar satu jam tapi banjir sudah menggenangi badan jalan setinggi 30 Cm,” ujarnya.

Tak hanya di depan Yayasan Pendidikan Subud saja tapi sekitar perempatan ITC Fatmawati Jl. Raya RS Fatmawati juga selalu tergenang karena saluran tak berfungsi. Melihat kondisi ini sebagian besar warga menilai Sudin PU Tata Air setempat tutup mata.

Hal serupa juga dikatakan Lukas, warga lain, yang menambahkan sebetulnya saluran air di depan Yayasan Pendidikan Subud sekitar setahun lalu sudah diperlebar tapi tetap saja terjadi banjir karena tak berfungsi dengan baik. “Harusnya air tersebut disalurkan ke lokasi yang lebih rendah agar air lancer dan tak tergenang,” tuturnya.

Kasudin PU Tata Air Jaksel Irvan, mengatakan banjir atau genang air di badan jalan memang kerap terjadi di ruas jalan tersebut karena badan jalan lebih rendah dari saluran air yang ada. “Saya juga sudah minta staf maupun Kasie Kec. Cilandak maupun Kebayoran Baru untuk mengecek saat di lapangan terlebih saat hujan,” ujarnya. (anton/b)

Teks :Genangan air di Jl. Raya RS Fatwamati akibat saluran air tak berfungsi. (anton)

Terbaru

Satpol PP Kecamatan Tambora Pacu Patroli Bersepeda
Inbox
	x
Rachmi Siregar
	
Attachments7:39 PM (3 hours ago)
	
	
to harianposkota, me
TAMBORA (Pos Kota) - Jajaran Satpol Pamong Praja (PP) Kecamatan Tambora, Jakarta Barat sejak dua bulan terakhir menggenjot patroli wilayah dengan bersepeda.

"Sesuai instruksi Gubernur DKI Jakarta dan Walikota Jakarta Barat, kami mentradisikan bike for work (sepeda untuk bekerja)," kata Kasatpol PP Kecamatan Tambora, Ivand Sigiro saat pantauan wilayah bersama tim, Selasa (22/10/2019).

Selain mengoptimalkan monitoring wilayah lanjut Ivand, dengan bersepeda bertujuan memperbaiki kualitas udara di Jakarta. Termasuk mengurangi kemacetan lalu lintas yang sebagian besar disebabkan dari maraknya penggunaan kendaraan pribadi.

Menurut Ivand, patroli bersepeda dilaksanakan rutin setiap hari kecuali Sabtu. Di mulai dari pukul 08.00-11.00 WIB. Sedangkan, patroli sore mulai pukul 14.00-16.00 WIB. Sementara anggota satpol PP yang berpatroli berjumlah 4-6 personil. 

Patroli bersepeda difokuskan pada sterilisasi pedestrian atau trotoar jalan yang dipakai untuk berdagang. "Target kami adalah sterilisasi trotoar dari pedagang kaki lima, parkir liar, dan penempatan barang dagangan pemilik toko dan ruko," terangnya.

Saat tengah patroli bersepeda di ruas Jalan Tubagus Angke dan Jalan Prof. Latumenten, petugas gabungan satpol PP dan Satpel Sudin Perhubungan Kecamatan Tambora menderek satu mobil yang diparkir di bahu jalan. Serta mencabut pentil satu mobil lainnya, menghalau tujuh pedagang kaki-5 dan memberi sosialisasi kepada pedagang agar tidak berjualan di trotoar. (Rachmi)

Teks foto:
Kasatpol PP Kecamatan Tambora, Ivand Sigiro bersama jajaran berpatroli ke wilayah dengan bersepeda. (Rachmi)
Rabu, 23/10/2019 — 2:25 WIB
Satpol PP Tambora Pacu Patroli Bersepeda
Juru bicara KPK, Febri Diansyah.  (julian)
Selasa, 22/10/2019 — 22:31 WIB
KPK akan Hadapi Gugatan Praperadilan Imam Nahrowi
Arminsyah,  Wakil Jaksa Agung yang ditunjuk menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Jaksa Agung.
Selasa, 22/10/2019 — 21:01 WIB
Jokowi Tunjuk Arminsyah Jadi Plt Jaksa Agung