Friday, 15 November 2019

Kapolri Bantah Perintah Tembak di Tempat

Jumat, 30 Maret 2012 — 15:01 WIB
kapolri

JAKARTA (Pos Kota) – Kapolri Jenderal Timur Pradopo bantah instruksikan tembak ditempat bagi peserta demo penolakan kenaikan BBM (Bahan Bakar Minyak). Polisi akan kawal aksi massa agar berlangsung aman dan tertib.

Kadiv Humas Polri, Irjen Saud Usman Nasution, mengatakan jika kemarin ada pemberitaan dimedia jika kapolri perintahkan tembak ditempat massa yang menghadang rombongan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono saat tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma. Jika informasi tersebut tidak benar dan Kapolri tidak pernah berikan instruksi semacam itu.

“Kapolri tidak pernah keluarkan adanya perintah tembak ditempat bagi massa yang tengah berdemo,” jelas Irjen Saud Usman, Jumat (30/3/2012).

Namun dalam menangani aksi massa, lanjut Saud polisi akan mengawal agar lebih tertib. Sementara pasukan terdepan hanya tangan kosong tidak ada senjata.

“Agar suasana lebih sejuk, polwan ditempatkan dibarisan depan,” sambungnya.

Akan tetapi bila massa semakin brutal polisi akan membubarkan dengan cara penyemprotan dengan mobil water canon dan gas air mata.”Penggunaannya juga melihat kondisi dilapangan,” ungkap Mantan Kadensus 88 Mabes Polri ini.

Pihak polri sendiri juga meminta agar aksi massa tidak dilakukan ditempat-tempat yang dilarang. Seperti Istana Negara, pelabuhan udara maupun laut, terminal, stasiun, tempat ibadah, maupun obyek vital lainnya.

“Unjuk rasa kan ada aturannya dan dilokasi yang dilarang harusnya juga dipatuhi,” tegasnya.

(adin/sir)

  • Kadalbuntung

    tembak aja pak habisi tu perusuh yg ngatasnamakan rakyat yg selalu merusak dan mengganggu kepentingan masyarakat