Friday, 06 December 2019

200 Ribu Rumah Dibangun Untuk Pekerja

Sabtu, 7 April 2012 — 15:45 WIB
nak74

JAKARTA (Pos Kota) – Pemerintah menargetkan membangun 200 ribu rumah bagi pekerja/buruh yang tersebar di kawasan-kawasan industri seluruh Indonesia.

Pembangunan perumahan dekat kawasan industri ini dimaksudkan mengurangi biaya transportasi dan meningkatkan kesejahteraan, sehingga kesejahteraan buruh bisa meningkat lebih baik.

Demikian kesepakatan dari pertemuan koordinasi Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar dan Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz saat mengunjungi rumah contoh bagi pekerja/buruh yang berada di kantor Kemenpera.

“Pemerintah telah mengadakan pertemuan dengan perwakilan serikat buruh dan Apindo untuk membicarakan rumah bagi pekerja di kawasan-kawasan industri, sehingga mengurangi biaya transportasi mereka dan meningkatkan kesejahteraan mereka,”kata Muhaimin.

Upaya peningkatan kesejahteraan buruh, lanjutnya, telah ada sejak beberapa tahun terakhir dimulai dengan membangun rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) untuk pekerja lajang di kantong-kantong industri, termasuk yang sudah berjalan baik di Batam.

“Untuk tahun ini, kita berharap melalui kerjasama dengan Menteri Perumahan Rakyat, kita akan bikin tower perumahan di kantong-kantong industri Jabodetabek. Pemerintah terus mengembangkan perumahan murah untuk pekerja dan buruh dengan harga terjangkau, baik dari segi bantuan uang muka maupun terjangkau dari segi kredit ataupun cicilan yang diberikan untuk para buruh,” ujar Muhaimin.

Muhaimin mengatakan untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja/buruh pemerintah memprioritaskan pada 3 isu utama buruh yaitu upah, kedua perumahan dan transportasi serta jaminan social bagi pekerja/buruh.

Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz menambahkan dalam waktu dekat ini akan diresmikan rusunawa di batam jumlahnya 20 tower dan peletakan batu pertama untuk rumah buruh sebanyak 12 ribu di jawa tengah dari target 200 ribu.“Sedangkan rusunawa di jabodetabek akan dibangun minimal 50 tower. Jadi nanti ada tower khusus untuk pekerja wanita, ada 1 tower khusus untuk pekerja laki-laki u bujangan jadi daya tampungnya bisa lebih besar, 1 tower bisa mencapai 500 pekerja.”(Tri/b)

Teks : Menakertrans Muhaimin Iskandar