Monday, 21 October 2019

Cagub Membumi

Senin, 9 April 2012 — 10:02 WIB

FOKE-NARA meraih kepercayaan publik paling banyak untuk bisa mengatasi problema sampah, banjir dan kemacetan lalulintas. Lima pasang Cagub-Cawagub DKI Jakarta lain berada jauh di bawahnya.

Lingkaran Survei Indonesia (LSI), kemarin,  mempublikasikan hasil survei yang digelar 26 Maret hingga 1 April 2012  dengan rincian Fauzi Bowo (Foke)- Nachrowi Ramli (Nara) mendapatkan kepercayaan 49,1 persen dari jumlah responden.  Urutan berikut, Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahja Purnama 14,4 persen, Hidayat Nur Wahid-Didik J. Rachbini 8,3 persen,  Faisal Basrie-Biem Benjamin 5,8 persen, Alex Noedin-Nono Sampono m3,9 persen dan Hendardji Soepandji-Ahmad Riza Patria 1,2 persen.

Pro-kontra hasil survei adalah biasa. Sistem politik kita memberi kebebasan berpendapat termasuk mempublikasikan hasil survei. Pihak kontra tidak dilarang menggelar dan mepublikasikan hasil survei berbeda yang dianggap memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi.  Meminjam ucapan Gus Dur, Begitu aja kok repot!

Tingginya  dukungan responden kepada pasangan Foke-Nara, justru menggelitik kita untuk bertanya. Mengapa sebanyak itu orang  tetap  mempercayai Foke lebih mampu menanggulangi kebersihan, banjir serta kemacetan lalulintas di Jakarta pada masa mendatang?

Menanggulangi kebersihan, banjir dan macet tidak segampang yang ucapan. Kendala paling dominan yang kita tahu adalah keterbatasan dana, lika-liku birokrasi, serta beda kepentingan antar- daerah.
Misalnya saja, pembangunan properti di Bogor dan Depok tidak bisa distop. Fungsi lahan yang semula sebagai areal penampungan air hujan, berubah menjadi hunian, pusat pertokoan, dan sejenisnya. Karuan saja air bah menggelontor deras dari hulu  ke 13 sungai bermuara di kota kita. Jakarta kebanjiran air kiriman.

Begitu pula siapapun gubernurnya, Jakarta tak akan mampu sendirian mengatasi kemacetan lalulintas. Hanya membatasi warga mengendarai mobil pribadi tanpa diikuti kebijakan setara bagi  penduduk Bodetabek, pasti hasilnya sia-sia. Langkah memadukan kebijakan sering berbenturan akibat beda pemimpin, beda pula kepentingan daerahnya.

Jakarta sebagai Ibukota Negara mengemban kepentingan pemerintah pusat dan pergaluan dunia. Beranjak dari fakta-fakta itulah dapat dipahami sikap responden yang tidak memperacai janji cagub-cawagub  mampu mengatasi tiga perkara  krusial hanya dalam tempo paling lama  3 tahun.

Menjelang  digelarnya pemilukada, maka hasil survei LSI layak dijadikan bahan introspeksi. Penduduk Jakarta terbukti sulit dipengaruhi lewat propaganda yang tidak membumi. Apalagi dilancarkan oleh orang yang belum dikenal dari luar daerah pula. Sebaiknya, setiap pasangan cagub-cawagub menghindari teknik komunikasi setingkat  itu.

Keunggulan Foke dapat kita analisa, selain karena menguasai karakter Jakarta  juga telah berbuat menata kota kelahirannya meski belum menuntaskan masalah yang ada. Kemungkinan lain,   pemilih mengarah kepadanya lantaran memakai alat ukur, tiada gading yang tak retak  atau tiada rotan akar pun berguna!***

Terbaru

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan. (firda)
Senin, 21/10/2019 — 11:30 WIB
Polisi Terjunkan 1500 Personel Kawal Demo Mahasiswa
Mahfud MD.
Senin, 21/10/2019 — 11:13 WIB
Banyak Bicara Hukum & HAM
Belum Tau Jadi Menteri Apa, Mahfud: Saya Diminta Membantu Beliau
istana negara
Senin, 21/10/2019 — 10:38 WIB
Ada Mahfud MD dan Nadiem Makarim
Sejumlah Calon Menteri Dipanggil ke Istana Negara