Monday, 14 October 2019

Pengamanan Minimarket

Rabu, 11 April 2012 — 9:12 WIB

PERAMPOKAN terhadap minimarket yang buka 24 kian marak. Terakhir menimpa minimarket Indomaret di Jalan RE Martadinata II, Kelurahan Cipayung, Kecamatan Ciputat, Senin (9/4) dini hari. Perampok tidak saja menggasak uang tunai dan barang dagangan, tetapi menggondol CCTV beserta perlengkapannya yang terpasang di minimarket tersebut.

Modus ini tentu saja dimaksudkan pelaku untuk menghilangkan jejak. Sebab, kamera CCTV yang dapat memantau pergerakan setiap pengunjung yang datang ke minimarket dibawa kabur pelaku.

Padahal CCTV (Closed Circuit Television) selama ini menjadi andalan atau satu – satunya alat keamanan yang dimiliki minimarket. Dengan kamera pengintai ini diharapkan dapat dijadikan petunjuk, jika terjadi tindak kriminal di dalam minimarket.

Beberapa kasus perampokan minimarket dapat terungkap berkat data yang terekam dalam kamera CCTV. Namun, kamera pengintai tampaknya bukan lagi menjadi penghalang bagi perampok.
Kasus di Ciputat mengisyaratkan kepada pemilik minimarket agar lebih mengembangkan sistem pengamanan. Setidaknya sistem pengamanan yang selama ini diterapkan perlu dievaluasi lagi.

Melihat banyaknya kasus perampokan yang menimpa minimarket mengindikasikan sistem pengamanan internal di tempat usaha itu masih lemah. Tak sedikit pula, minimarket yang belum dilengkapi CCTV atau jenis alat pengamanan yang lain.
Ada baiknya sistem pengamanan minimarket tidak mengandalkan kepada peralatan seperti CCTV atau alarm.

Menjamurnya minimarket di perkampungan- perkampungan, sebaiknya diimbangi dengan kian ketatnya sistem pengamanan, apalagi yang buka 24 jam. Memanfaatkan satpam lingkungan atau membangun kemitraan dengan masyarakat sekitar  melalui forum siskamling, ada baiknya menjadi bahan kajian pengelola minimarket.

Keikutsertaan masyarakat sekitar menjaga keamanan, akan lebih efektif ketimbang hanya mengandalkan peralatan keamanan yang kadang tidak bisa dioperasikan secara maksimal karena lemahnya perawatan.

Di sisi lain, merancang sistem pengamanan, termasuk tempat usaha seperti minimarket, perlu mempertimbangkan aspek tata ruang, penerapan teknologi dan sumber daya manusianya. Dan, tak kalah pentingnya aspek lingkungan sosial di mana minimarket itu dibangun.

Dalam lingkungan sosial yang kurang mendukung terkait aspek kerawanan, perlu mempertimbangkan buka sampai 24 jam. Kalau pun harus buka 24 jam, perlu menciptakan tata ruang yang mampu menyekat pembeli dengan dengan karyawan. Artinya transkasi sistem loket khusus pembelian dinihari.  (*)