Wednesday, 13 November 2019

Stres Dicerai Suami, Ibu Gorok Dua Balitanya

Selasa, 17 April 2012 — 14:57 WIB
clurit

SURABAYA (Pos Kota)- Akibat terhimpit masalah ekonomi seorang ibu di Tulungagung Jawa Timur, tega membunuh dua anaknya sendiri yang berumur lima tahun dan tiga tahun. Ia tega menghabisi nyawa kedua anaknya, setelah dicerai oleh sang suami dan merasa frustasi tak dapat memberi nafkah keduanya.

Usai kejadian, pelaku yang pernah mengalami gangguan jiwa alias stres ini langsung diamankan polisi. Dia adalah Yahmi ibu rumah tangga warga Desa Nglurup, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung. Korban, Arin yang masih berumur lima tahun serta adiknya Ayin yang masih berumur tiga tahun.

Yahmi tega membunuh anak kandungnya yang masih balita ini di picu karena himpitan ekonomi yang tidak mampu lagi memberi nafkah kedua anaknya, pasca di cerai kan oleh suaminya Ali Sholihin satu tahun yang lalu.

Tersangka yang hidup tanpa suami dan beberapa minggu lalu baru keluar dari rumah sakit jiwa di malang ini membunuh kedua anaknya dengan sabit pada bagian leher.

Menurut Suratmin, paman korban, tewasnya dua anak malang tersebut baru diketahui ibu tersangka bernama Sumini, sepulang mencari rumput dan pintu rumahnya dalam keadaan terkunci.

Oleh Sumini pintu di dobrak dan mendapati dua cucunya telah tewas tergeletak bersimbah darah. Sementara Yahmi usai membunuh kedua anaknya berada di dekat jasad sang buah hati seperti orang linglung.

Spontan saja, sang ibu tersangka langsung berteriak minta tolong ke tetangga. Pelakupun langsung diamakan warga dan akhirnya diserahkan ke polisi.

Ketika dimintai keterangan Yahmi mengaku, jengkel dengan kedua anaknya. Mereka terus merengek minta uang untuk beli jajan. Padahal kondisinya sakit. ” Menurut pengakuan tersangka, korban tidak mau makan dan minum obat. Tetapi minta uang untuk beli jajan. Akhirnya dia jengkel dan membunuhnya,” terang kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP I Gede Dewa Juliana, Selasa (17/4/2012) siang.

Kasat mengatakan, jika peristiwa pembunuhan itu berlangsung, sekitar pukul 13.00 WIB, saat rumah dalam keadaan sepi.

Menurut Iptu Siswanto, kaur bin ops reskrim Polres Tulungagung, pembunuhan sadis ini telah direncanakan tersangka sejak tiga hari lalu dan baru kesampaian hari ini, setelah kondisi rumahnya sepi, saat kedua orang tuanya tidak ada di rumah.

Polisi juga akan mmeriksakan kejiwaan tersangka, karena baru tiga minggu lalu, tersangka pulang dari rumah sakit jiwa porong di Malang.

Akibat perbuatannya tersangka di kenakan pasal berlapis yakni, pasal 338 tentang pembunuhan, pasal 44 ayat 3 uu no 23 tahun 2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara, junto pasal 80 ayat 3 dan 4 uu no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

(nurqomar/sir)   

  • teri silalahi

    kalau di amerika pasien yang keluar RSJ jela2s akan dijauhkan dari keluarganya alias diisolasi karena potensi untuk mencelakai diri sendiri dan orang lain AMAT SANGAT BESAR.
    di indonesia hal kejadian mencelakai orang lain ini sampai terjadi karena GOBLOGnya cara penanganan pasien RSJ oleh petugas terkait.
    kapan pintarnya ya orang indonesia??????