Monday, 09 December 2019

Wanita Dominasi Jumlah Buruh di Sukabumi

Jumat, 4 Mei 2012 — 0:48 WIB
iluswanita

SUKABUMI (Pos Kota) – Dari sekitar 125 ribu buruh di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, 70 persen di antaranya statusnya merupakan karyawan tetap. Sisanya, statusnya belum jelas seperti buruh kontrak atau outsourcing.

Data tersebut merupakan hasil pendataan teranyar Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Aam Amar Halim menjelaskan, dari ribuan buruh tersebut sekitar 80 persen merupakan wanita. Buruh kaum hawa ini kebanyakan bekerja di sejumlah perusahaan garmen.

“Kita sudah menghimbau kepada perusahaan tidak menjadikan buruh hanya sebatas tenaga kerja kontrak. Perusahaan harus memperhatikan hak-hak buruh seperti upah lembur, uang kesehatan dan biaya cuti baik hamil maupun melahirkan,” jelas Aam.

Aam mengingatkan, antara perusahaan dengan buruh harus bekerja sama dan menaati peraturan. Soalnya, perusahaan dan pegawai saling ketergantungan dan membutuhkan.

Sementara itu, kalangan buruh di Kabupaten Sukabumi pada tahun depan menuntut agar pemerintah menaikan besaran upah minmum kabupaten (UMK). Pasalnya, mereka menilai besaran UMK saat ini Rp885 ribu tidak sesuai dengan kebutuhan hidup layak (KHL).

“Kita minta untuk tahun 2013, UMK naik menjadi Rp 1.060.000 ribu. UMK saat ini di bawah hasil survey KHL yang dilakukan unsur buruh,” tegas aktifis buruh Sukabumi, M Popon. (sule)

Teks Ratusan buruh di Kabupaten Sukabumi saat mendesak UMK 2013 naik menjadi Rp 1.060.000 di Gedung Pendopo Negara Kabupaten Sukabumi.