Wednesday, 13 November 2019

Antisipasi Tawuran, Warnet Dirazia

Minggu, 6 Mei 2012 — 17:54 WIB
war

JOHAR BARU (Pos Kota) – Mengantisipasi terjadinya aksi tawuran di kalangan anak-anak muda dan warga, aparat Muspika Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat (Jakpus) bersama organisasi masyarakat (ormas) menggelar penertiban jam operasional warnet. Warnet-warnet di wilayah tersebut diminta menutup operasionalnya hingga jam 24.00.

Sabtu (5/5) penertiban digelar dengan menerjunkan 150 personil gabungan yang dipimpin Wakil Camat Johar Baru, Ihsan R. Sururi. Peneriban sebagai tindak lanjut dari arahan dan perintah Camat johar Baru, Sujanto Budiroso. “Sesuai arahan dan surat edaran dari Camat Johar Baru, operasional warnet kalau malam hanya sampai pukul 24.00, hal ini untuk menghindari adanya tindakan negatif yang menjurus pada aksi tawuran,” kata Ihsan.

Dikatakan, sesuai dari hasil pengamatan, ternyata anak-anak yang bermain warnet hingga malam hari sering memanfaatkan warnet untuk mengejek atau menantang pihak lain. Hal inilah yang dikhawatirkan dapat memicu terjadinya aksi tawuran. Sehingga untuk mengantisipasinya dilakukan penertiban jam operasional. Termasuk juga anak-anak yang kongkow-kongkow dan bergerombol dibubarkan.

“Saat penertiban diamankan satu pemuda yang bukan warga Johar Baru dan sepeda motor bodong, sehingga langsung di bawa ke kantor polisi untuk diperiksa,” jelas mantan Sekretaris Kecamatan Cempaka Putih.

Beberapa pemilik warnet sempat memprotes adanya pembatasan jam operasional. Karena merasa belum pernah ada sosialisasi dan diberikan surat edaran Camat Johar Baru. Namun, setelah diberi pengertian, mereka mau memahami.

Ke depan, para pengelola minimarket juga akan diminta membatasi jam operasionalnya hingga pukul 24.00, karena seringkali kalau malam dijadikan tempat kongkow-kongkow, sehingga rawan terhadap tindakan negatif.

(tarta/sir)

 

Foto-Ilustrasi