Wednesday, 23 October 2019

`Menggelepar` Bersama Adik Ipar

Rabu, 9 Mei 2012 — 10:00 WIB
dia-9mei

MARDIATI, 35, memang putih seksi pula. Maka meski statusnya kakak ipar sendiri, Radityo, 35, tergoda untuk menggoda dan menggauli. Eh, setelah aksi mesum itu berubah wujud jadi anak, oknum polisi ini menelantarkannya. Padahal, gara-gara ini semua dua rumahtangga kadung hancur.

Sebagai hamba wet, polisi memang dipegangi senjata api, so pasti berijin pula. Ironisnya, meski dengan senjata api itu dia bisa mengontrol diri, dengan “pistol gombyok” miliknya dia sering lepas kendali. Sejak itu namanya menjadi oknum. Karena “pistol gombyok”-nya yang berlaras pendek itu buat nembak ke sana kemari yang bukan semestinya. Kalau sudah begini gara-gara soal begituan, repotlah keluarga berikut jajarannya.

Oknum polisi yang suka main “tembak” sembarangan ini salah satunya Radityo yang bertugas di Polres Boyolali. Meski sudah punya istri sendiri, melihat kakak iparnya kok demikian mulus bebas dempul, pendulumnya kontak juga. Otak ngeresnya mulailah menjalar, bagaimana rasanya bisa menggauli kakak daripada istri sendiri. Meski Mardiati jauh lebih tua dari istrinya, tapi sepertinya kok masih STNK (setengah tuwa ning kepenak).

Sebenarnya Mardiati tinggal di Baturaja, Palembang. Sekali waktu pulang ke Boyolali. Nah di sini masalah ini timbul. Beberapa hari tinggal di rumah Radityo yang juga adik ipar sendiri, eh tuan rumah belagu. Ketika istrinya lengah dan tak di rumah, Radityo dengan buas menyergapnya. Namanya juga wanita, begitu kena titik pengapesannya, akhirnya Mardiati “menggelepar” sehingga kemudian bertekuk lutut dan berbuka paha.

Peristiwa ini terjadi dua setengah tahun lalu, dan itu juga terjadi hanya beberapa kali. Tapi ternyata dampaknya luar biasa. Karena dari hasil hubungan gelap tersebut, lahirlah seorang bayi. Entah bagaimana caranya, suami Mardiati di Baturaja mengetahui, bahwa bayi itu bukan produk dalam negeri. Spontan sang istri diceraikan, dan Mardiati dipulangkan ke mbajul-kesupen (plesetan nama Boyolali – Red).

Janda putih seksi ini benar-benar jadi Lebai Malang. Sebab oknum polisi Radityo tak mau ngukup (mengambil) sebagai istri. Itu bisa dimaklumi, di samping anggota Polri dilarang poligami, rumahtangganya sendiri kini jadi kacau gara-gara soal itu. Nah, jika dengan sengaja dia mengambil Mardiati jadi istri keduanya, kan “Perang Baratayuda”  bisa terjadi di kawasan Ampel, Boyolali.

Sebenarnya Mardiati nrimo, tak dinikahi juga nggak apa, tapi yang penting anak hasil hubungan gelap itu diakui Radityo dan diberi jaminan hidup. Ternyata dua-duanya tak dilakukan.Terpaksalah Mardiati mengadu ke Polres Boyolali tempat Radityo bertugas. Tuntutannya tak berubah, oknum polisi ini harus mengakui bahwa si bocah itu hasil karyanya dan dan dijamin hidupnya.

Mau niru Machicha Muhtar, Mbak? (JPNN/Gunarso TS)

  • Rakhmat S

    enak tenan yo mba^e pestol polisi wes brojol, ampun komandan.

  • joko_mawon

    peluru mas pol sudah berubah minta susu, jd bingung mbaknya ………. kkkkk.

  • http://www.erdent.com/ Erdent

    wah asik bener nih pak polisinya bisa “nembak” kesana kemari

  • indrianto

    laki-laki bejat tuh, ingat neraka menantimu pak.