Thursday, 14 November 2019

Selama 15 Hari, 6 Perampokan Terjadi di Bekasi

Rabu, 16 Mei 2012 — 0:10 WIB
ilusselama

JAKARTA (Pos Kota) – Dibanding Jakarta, pengamanan di Bekasi relatif lebih longgar. Kondisi ini dimanfaatkan kawanan penjahat sebagai celah yang memudahkan untuk beraksi.

Hal itu disampaikan Lia Latief, pakar psikologi forensik juga dosen di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), yang dihubungi Pos Kota, Selasa (15/5) malam. “Pelaku tak sembarangan mencari tempat operasi. Mereka akan memilih daerah yang dianggap bisa memuluskan aksinya, yaitu tempat dengan pengamanan lebih longgar,” katanya.

Menurutnya, meski berada dalam wilayah hukum Polda Metro Jaya, Bekasi tak sama dengan Jakarta. Wilayah yang luas dengan jumlah petugas keamanan sedikit, membuat penjahat merasa lebih leluasa beraksi dengan resiko lebih kecil.

Mengenai diincarnya toko emas, menurutnya, merupakan pengalihan situasi oleh pelaku kriminalitas. “Setelah sebelumnya banyak penjahat yang beraksi di ATM, mereka ganti sasaran,” katanya.

Alasannya, aksi berulang di tempat sejenis akan membuat petugas bersiaga hingga kemungkinan mereka tertangkap lebih besar. “Itu yang mereka hindari,” ujarnya.

ENAM PERAMPOKAN

Catatan Pos Kota, dalam setengah bulan ini di Bekasi terjadi enam perampokan. Aksi garong yang menggasak 1,8 Kg emas senilai Rp260 juta dari dua toko di Pasar Fajar Jaya merupakan kejadian ketiga dalam tiga hari terakhir.

Sebelumnya, dua pegawai pom bensin dirampok di Bekasi Timur oleh enam bandit berboncengan tiga motor pada siang hari. Uang Rp100 juta yang akan disetor ke bank dibawa kabur kawanan yang membacok kedua pegawai SPBU. (Pos Kota, 15/5).

Satu hari sebelumnya (Pos Kota, 15/5), minimarket di Cikarang Barat dirampok dua bandit bersenjata api. Menodong tiga pegawai, mereka menggasak uang Rp8 juta dari toko yang bukan 24 jam itu.

Awal bulan ini (Pos Kota, 2/5), seorang ibu rumah tangga dianiaya perampok yang masuk rumahnya di Jatiasih. Penjahat menggasak uang Rp5,2 juta, tiga cincin dan sepasang anting-anting emas, dua HP serta tiga celengan.

Di hari yang sama, juragan daging yang membawa uang hasil tagihan sebesar Rp66 juta dihadang empat bandit bergolok di Cikarang Utara.
Epat hari kemudian, rumah pengepul ikan di Muara Gembong disatroni empat penjahat (Pos Kota, 6/5). Juragan itu dibacok di punggung, kening, dan lengan. Pelaku membawa kabur empat HP, cincin perak, dan uang Rp700.000. (deny/ilham/b)