Friday, 15 November 2019

Pecah Kongsi Kena Sanksi

Selasa, 22 Mei 2012 — 8:52 WIB

LALULINTAS hari itu cukup padat kalau tak mau dibilang macet. Deretan kendaraan berjajar di sepanjang jalan Thamrin-Sudirman. Rasanya capek juga membawa kendaraan. Akhirnya saya putuskan untuk mampir dulu ke kantor kawan. Persis kebetulan tak begitu jauh. Setelah parkir kendaraan, untung saja dapat tempat parkir, saya naik lift sampai ke lantai 27. Kawan itu masih di kantor.

“Wah, kemana saja pak, banyak kangtau?” kata  Jakob, kawan lama sama-sama dari Medan.
“Bung lah yang banyak kangtau,” kata saya basa-basi. Saya biasa menyebutnya Bung. Memang usianya lebih muda. Dulu ketika saya bikin koran Tionghoa, ia ikut sama-sama. Koran itu tak tahan lama karena partner kami ingkar janji.

“Saya senang bapak mau lihat saya. Saya dengar bapak ikut tim sukses calon gubernur?”
“Gubernur mana?”
“Gubernur DKI lah, masak Gubernur Sumut.”
“Ah, enggak lah. Saya dengar, DPR sedang bahas UU tentang pasangan kepala daerah. Nantinya ada sanksi wakil kepala daerah yang mundur.”

“Bagus itu. Jangan, mula-mulanya manis, setelah jadi pecah kongsi. Kan contohnya sudah ada.”
“Iya. Paling itu jadi peringatan bagi pasangan calon Gubernur DKI. Sebab mereka pasangan yang dipilih rakyat. Kalau ada yang mundur berarti mengkhianati pemilihnya.”

“Bagusnya mereka sudah bagi-bagi tugas, meski baru calon. Istilahnya  pahit-pahit dulu.”
“Pilgub sekarang rame, calonnya banyak. Ada yang dari daerah. Bahkan ada yang sudah menggarap perantau yang ada di Jakarta.”
“Yah, itu wajar. Cuma saya enggak tahu, apakah KTP mereka KTP DKI?”
“Iya juga. Setahu saya, kalau ada pemilihan kepala desa di kampungnya, mereka banyak yang pulang. Artinya KTP nya KTP daerah.”

Karena saya lihat lalu lintas sudah mulai lancar,  saya pamit. Ia mau mengantar saya sampai ke bawah, tapi saya tolak. Ia mengantar sampai ke pintu lift.
Demam pemilihan gubernur memang belum begitu terasa meski di beberapa tempat foto para calon gubernur sudah terlihat. Spanduk belum begitu rame.  Beberapa calon gubernur sudah turun menemui warga. Mudah-mudahan warga yang mereka datangi punya hak suara dan terdaftar di Daftar Pemilih Sementara (DPS). Kalau tak terdaftar, percuma… (lubis1209@gmail.com) *