Thursday, 14 November 2019

Jangan Lecehkan Orang Kecil

Kamis, 24 Mei 2012 — 8:14 WIB

DEFINISI orang kecil susah diprediksi. Tetapi bila pengusaha kecil bisa ditandai dengan usaha-usahanya, misalnya buka warung dan lainnya, sedangkan pemimpin kecil ditandai postur tubuhnya.

Contoh Sutan Syahrir, Perdana Menteri Indonesia pertama, dikenal dengan sebutan Bung Kecil karena memang postur tubuhnya kecil dibandingkan dengan Bung Karno atau Bung Hatta.

Masa Orde Baru juga ada ’Si Kecil’ yakni Bung Habibie karena postur tubuhnya yang kecil dibandingkan dengan pemimpin lainnya, apalagi dengan Pak Harto. Tapi dalam kehidupan sekarang ini jumlah pemimpin kecil dikaitkan dengan postur tubuh yang besar jumlahnya sedikit. Justru yang banyak adalah orang kecil dikaitkan dengan kemiskinan.

Di Indonesia orang kecil jumlahnya 31 juta jiwa. Mereka yang harus diperjuangkan demi kesejahteraan dan peningkatan kehidupan. Ada kalanya doa orang kecil sangat manjur.

Kisah dialami penulis dan rombongan jemaah Travel Umroh dan Haji Paradiso ketika usai Subuh memasuki Raudhah. Saking padatnya sulit mau masuk pintu utama. Oleh askar ditolak dan dilarang. Kami disuruh masuk lewat pintu dua. Padahal di pintu dua tersebut sudah antre penuh jemaah. Penulis dan rombongan menyerah dan pasrah, menungu, mungkin sampai lama.

Dalam situasi seperti ini dengan tiba-tiba muncul ’orang kecil’ pakaian biru-biru. Orang kecil ini adalah tukang sapu di Masjid Nabawi. Dia bukan orang Indonesia, tapi mungkin orang India, Banglades atau Pakistan. Penulis dan rombongan tidak kenal. Dan orang kecil itu juga tidak kenal dengan penulis dan rombongan.

Tanpa basa-basi dan legowo, orang kecil itu mengajak kami kembali ke pintu satu. Ia ngomong-ngomong sama askar dan askar itu tunduk padanya. Kamipun diperbolehkan masuk Raudhah untuk salat dan lega sekali tanpa gangguan.

Dari Raudhah kami langsung ziarah ke makam Nabi untuk berpamitan melanjutkan perjalanan ke Mekkah. Sebelumnya kami cari-cari orang kecil itu tapi tidak kelihatan dan tidak ada, entah ke mana? Jujur mengucapkan terima kasih.

Dari kisah tersebut bisa ditarik kesimpulan bahwa peranan ’orang kecil’ ternyata juga menentukan. Penulis bilang kepada rombongan jangan sekali-kali meremehkan orang kecil, bisa kuwalat nanti.

Lain dengan situasi di Indonesia sekarang. Banyak oknum pemimpin, pejabat dan pemimpin partai yang meremehkan bahkan melecehkan orang kecil sehingga keadaan carut-marut.

Kita sadar bahwa sikap pemerintah dan DPR yang tidak segera mengubah sistem perekonomian Liberal menjadi sistem Pancasila, maka nasib orang kecil makin terus terhimpit. Mereka tidak bisa bergerak apa-apa karena juga tidak ingin ada revolusi. Bagi orang kecil yang bisa dilakukan hanya doa. Ingat doa orang kecil atau orang miskin sangat manjur sekali.

Bahkan Nabi Muhammad SAW menegaskan bahwa orang faqir Muslimin akan memasuki surga lebih dahulu sebelum orang-orang kaya dari kalangan kaum Muslimin.

Terbaru

Kamis, 14/11/2019 — 7:20 WIB
Nunggu Kapan Lagi?